lpmalmizan – Penggunaan plastik memang memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Meskipun plastik memiliki banyak kelebihan dalam hal kepraktisan dan harga yang terjangkau, namun kita tidak bisa mengabaikan dampak negatif dalam pengelolaan yang tidak efektif terhadap keseimbangan ekosistem.
Tragedi kebakaran di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (Winursita & Johan, 2024), merupakan contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah yang kurang baik dapat memicu berbagai persoalan lainnya, seperti masalah kesehatan, lingkungan, dan sosial. Kebakaran yang terjadi pada Agustus 2023 tidak hanya menyebabkan penumpukan sampah di TPA, tetapi juga meningkatkan kasus penyakit ISPA dan memaksa pemerintah untuk memberlakukan status tanggap darurat bencana.
Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana seperti ini. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pengelolaan sampah yang baik, serta mengembangkan solusi yang inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah.
Pada dasarnya Pengelolaan Sampah telah diatur dalam UU. No. 18 Tahun 2008, PP. No. 81 Tahun 2012 dan PP. NO. 27 Tahun 2020, namun darurat sampah plastik kian membuncah seiring bertambahnya penduduk dan konsumsi masyarakat yang menghasilkan lebih banyak limbah plastik.
Dalam konteks ini kita perlu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai (Single-use Plastics) dan menggunakan kantong ekologis serta tidak membuang sampah sembarangan. Dengan demikian, kita dapat membantu menjaga lingkungan dan mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di laut dan tempat-tempat lainnya.
Inovasi-inovasi seperti ecobrick, kerajinan plastik, dan furniture daur ulang juga sangat bermanfaat dalam mengatasi permasalahan sampah plastik. Ecobrick sendiri merupakan contoh metode yang efektif sehingga sampah plastik dapat diubah menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai.
Dengan metode ecobrick (Meyrena & Amelia, 2020), botol-botol plastik bekas dan sampah plastik lainnya dapat digunakan sebagai bahan bangunan untuk membuat berbagai struktur, seperti ecopaving, meja, kursi, dinding, dan bahkan taman bermain. Ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah sampah plastik, tetapi juga memberikan solusi yang kreatif dan ramah lingkungan serta membuka peluang usaha.
Namun sebagian masyarakat minim pengetahuan tentang pengelolaan sampah sehingga solusi pengelolaan sampah plastik yang efektif  yaitu dengan melibatkan edukasi masyarakat sebagai salah satu aspek penting. Dalam hal ini (Ekologi et al., 2024) pemerintah dapat memainkan peran kunci dengan melakukan kampanye edukasi yang fokus pada dampak negatif sampah plastik dan mendorong penggunaan produk ramah lingkungan. Serta memfasilitasikan tempat pembuangan sampah yang bijak.
Selain itu integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum sekolah juga dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak-anak tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik yang baik. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dan berperan aktif dalam mengurangi penggunaan plastik dan mengelola sampah plastik dengan lebih baik.
Penulis: Alis Kholisoh
Editor: Ika Amiliya Nurhidayah.
Â






