• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Resensi Film Dosen Ghaib, Sudah Malam atau Sudah Tahu

Dewi Nur Istiqomah by Dewi Nur Istiqomah
29 Agustus 2024
in Analisis, Review
0
Resensi Film Dosen Ghaib, Sudah Malam atau Sudah Tahu

Foto: Vidio.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul: Dosen Ghaib, Sudah Malam atau Sudah Tahu
Sutradara : Guntur Soeharjanto
Genre : Horor, Thriller, Supranatural
Durasi: 1 jam 30 menit
Rilis : 15 Agustus 2024
Pemeran : Ersya Aurelia, Endy Arfian, Rayn Wijaya, Annette Edoarda

lpmalmizan – Film yang dibintangi oleh Ersya Aurelia, Endy Arfian, Rayn Wijaya, dan Annette Edoarda ini mengangkat cerita yang pernah viral dikalangan masyarakat dan familiar bagi para mahasiswa. Film ini mengisahkan tentang seorang dosen yang katanya berasal dari universitas di Yogyakarta atau Semarang. Dosen tersebut rupanya merupakan sosok tak kasat mata.

Berawal dari sekelompok mahasiswa yang akan mengulang mata kuliah seorang dosen killer bernama Pak Bakti. Mereka diharuskan mengikuti semester pendek (SP) di tengah-tengah cuti kuliah mereka. Sang dosenpun memberikan kesempatan untuk mengikuti kelas pada jam 7 malam.

Saat kelas hendak dimulai, 4 mahasiswa berniat untuk tidak mengikuti kelas karena sudah menunggu terlalu lama. Namun ketika mereka akan beranjak pergi, tiba-tiba Pak Bakti datang dan membuat mereka mengurungkan niatnya. Pak Bakti masuk dan duduk di meja nya, lalu mengatakan sebuah peraturan dimana mahasiswa tidak boleh keluar kelas selama 2 jam hingga pelajaran selesai.

Di tengah-tengah pembelajaran, salah satu mahasiswa mendapatkan pesan di grup kelas yang mengatakan bahwa saat di perjalanan menuju ke kampus, Pak Bakti mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia meninggal. Sontak hal tersebut membuat mereka terkejut sekaligus takut, sehingga salah satu dari mereka mencoba mengecek kaki Pak Bakti menggunakan kaca dan ternyata tidak menapak.

Keterkejutan itu membuat mereka panik dan takut sehingga mereka semua kabur dari kelas, mengabaikan peraturan yang sudah diberikan oleh Sang Dosen. Tanpa mereka sadari hal inilah yang membuat mereka terjebak dalam keadaan penuh teror yang menakutkan. Akankah mereka dapat selamat dan lolos dari teror Pak Bakti? Dan apakah akan ada yang mati? Bisakah mereka menyelesaikan masalah yang akan mereka hadapi?

ArtikelTerkait

Bengawan Solo

Ketika Hukum Takut pada Kekuasaan: Keadilan untuk Argo Erico

Kenang Sosok Gus Dur Lewat Panggung Budaya

Film ini disajikan dengan sangat baik, dengan durasi satu setengah jam, tidak terlalu lama maupun cepat. Para pemeran juga berakting dengan apik, menyajikan berbagai kesan, dari yang lucu, sedih dan juga menakutkan. Emosi penonton yang pada awalnya dibuat tegang, sempat dibawa ke beberapa scene lucu yang mengundang tawa, juga dengan adegan sedih yang mengundang air mata. Tak hanya cerita horor saja, namun juga menyampaikan banyak pesan moral yang dapat penonton ambil.

Pak Bakti yang diperankan oleh Egy Fedly memerankan perannya dengan sangat apik, dengan pribadi yang keras namun sebenarnya adalah sosok ayah yang penyayang. Memberikan nasihat dan pesan bagi para orang tua dalam mendidik anak. Dengan berbagai konflik yang diselipkan, juga bagaimana persahabatan mereka (mahasiswa) dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi.

Meskipun background story yang digambarkan dalam film sedikit berbeda atau bahkan dibuat sedikit berlebihan dari cerita aslinya, namun hal itulah yang menambah poin plus dalam film ini. Sehingga terkesan lebih mendramatisir dan lebih horor.

Para pemeran mahasiswa juga memerankan perannya dengan sangat baik. Menyatukan beberapa karakter mahasiswa mulai dari yang tegas, bijaksana, masa bodoh, lucu, dan juga depresi, membuat film ini semakin relate dengan kehidupan mahasiswa yang sebenarnya.

Dari segi pengambilan gambar sudah pas, jump scare yang disajikan seringkali membuat jantung berdebar. Sound efek yang disajikan memang sudah sesuai dengan scene yang di tampilkan. Meskipun begitu ada beberapa penempatan efek suara yang dirasa kurang cocok untuk beberapa adegan. Ada juga beberapa efek CGI yang kurang pas di beberapa scene sehingga terkesan aneh dan kurang real bagi penonton.

Film Dosen Ghaib, Sudah Malam atau Sudah Tahu cocok untuk ditonton, dengan rating 17+ yang terdapat beberapa adegan sadis dan depresi membuat film ini semakin menarik untuk ditonton.

 

Penulis: Dewi Nur

Editor: Dina Fitriana

Tags: lpmalmizanresensifilm
Dewi Nur Istiqomah

Dewi Nur Istiqomah

Related Posts

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

17 Juli 2026
Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

9 Juni 2026
Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

5 Juni 2026
Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

28 Mei 2026
The “Tumbal”: From Harvard to Prison

The “Tumbal”: From Harvard to Prison

23 Mei 2026
Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

21 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In