lpmalmizan – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) memutuskan menunda rencana aksi demonstrasi yang sebelumnya beredar melalui media sosial. Penundaan itu diumumkan langsung oleh Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Gusdur, Arif, melalui pesan WhatsApp yang dikirim kepada seluruh ketua umum organisasi mahasiswa, Senin (1/9).
Informasi mengenai adanya aksi sempat ramai setelah beredar flyer digital yang mengajak mahasiswa untuk berkumpul dan melakukan demonstrasi di kawasan UIN Gusdur. Flyer tersebut diunggah melalui akun Instagram @menfess_uingusdur, sehingga memunculkan berbagai tanggapan dari mahasiswa. Namun, unggahan itu kemudian ditarik kembali karena dipastikan bukan berasal dari pihak resmi kampus maupun DEMA, melainkan dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Arif menegaskan, keputusan untuk menunda aksi bukan berarti agenda tersebut batal. Menurutnya, DEMA tetap memandang isu yang akan diangkat dalam aksi penting untuk disuarakan, tetapi keselamatan mahasiswa serta kondisi sosial di lapangan menjadi pertimbangan utama.
“Kita tidak bisa meninggikan ego untuk kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Apalagi ada seruan aksi dari STM, Ormas, dan lembaga lain yang waktunya bersamaan dan berpotensi menimbulkan chaos. Sementara massa aksi yang kita bawa tidak sedikit,” ujar Arif dalam keterangannya.
Ia menambahkan, situasi di wilayah Kajen yang sempat disebut dalam status siaga 1 sebenarnya tidak terlalu berpengaruh secara langsung terhadap rencana aksi mahasiswa. Namun, adanya pergerakan massa dari kelompok di luar kampus yang juga menyuarakan seruan aksi membuat DEMA lebih berhati-hati dalam mengambil langkah.
“Intinya tidak gagal, tapi ditunda. Pertimbangannya demi keselamatan bersama dan menjaga nama baik lembaga,” jelasnya.
Selain keputusan DEMA, pihak rektorat UIN Gusdur juga mengambil langkah preventif. Melalui surat edaran Nomor 42 tahun 2025, rektor memutuskan pelaksanaan perkuliahan dilakukan secara daring. Surat tersebut diterbitkan dengan alasan keamanan sekaligus untuk mendukung kelancaran pelaksanaan wisuda.
Dalam edaran itu, mahasiswa diminta tetap berada di rumah dan tidak terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebelumnya, beberapa organisasi mahasiswa internal kampus telah mempersiapkan diri untuk mengikuti aksi yang rencananya dilakukan dalam waktu dekat. Namun, dengan adanya keputusan penundaan dari DEMA serta edaran resmi dari rektorat, seluruh elemen mahasiswa diminta tetap tenang dan menunggu instruksi berikutnya.
Arif memastikan, koordinasi akan terus dilakukan dengan para ketua umum organisasi mahasiswa, agar tidak ada pihak yang bertindak sendiri-sendiri. Ia juga menegaskan agar mahasiswa berhati-hati menyikapi informasi yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi dari DEMA.
Dengan adanya keputusan ini, aksi mahasiswa UIN Gusdur untuk sementara ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Pihak DEMA berharap, ketika aksi benar-benar digelar, seluruh persiapan sudah matang dan kondisi lapangan lebih kondusif sehingga aspirasi dapat tersampaikan dengan aman dan tertib.
Penulis: Ibnu Salim
Editor: Atika Puspita.






