lpmalmizan – Pekalongan, (19/08) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berhasil mendapatkan Piagam Penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) No. 12341/R.MURI/VIII/2025 untuk yang pertama kali nya pada saat acara Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus.
Penghargaan ini merupakan pencapaian atas rekor “Penulisan Karya Tulis Esai Moderasi Beragama oleh Sivitas Akademika Terbanyak dari Satu Perguruan Tinggi, 1.833 judul.” Apresiasi ini diberikan langsung oleh Pihak MURI di kampus UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan di hadapan para mahasiswa baru di Gedung Student Centre.
Rekor MURI ini awal mulanya hanya ingin dibuat kegiatan seminar biasa dengan dihadiri oleh mahasiswa baru 2024 yang berkontribusi dengan pihak kampus dan dari kegiatan seminar tersebut nantinya diadakan penulisan artikel yang ditulis oleh para mahasiswa itu sendiri. Selain itu para dosen dan tenaga pendidik juga turut serta menulis esai tersebut.
Kemudian dari ribuan tulisan tadi terkumpulah lebih dari 2000-an tulisan yang mana dari tim Al-Mizan yang berkolaborasi dengan Hijratuna menjadi bagian editor untuk penyeleksian dan penyuntingan dari ribuan naskah esai. Sehingga naskah esai yang lolos tahap editor adalah 1833 esai.
Adapun proses saat pengajuan Rekor MURI ini dimulai pada akhir bulan Juli hingga akhirnya tanggal 19 Agustus 2025 diterbitkan. Usaha dari kampus untuk menyiasati biaya yang dibutuhkan selama pemrosesan MURI ini juga dilakukan, “Kami mengefisiensi dana untuk muri juga. Ini hanya dapat satu, kalau minta satu lagi harus bayar lagi, jadi cuman satu gak ada salinan. Kalau menyalin harus lewat muri tidak sembarang,” Ujar Al Ghifari selaku Kepala Pusat Moderasi Beragama.
Setelah mendapatkan penghargaan MURI pertama kali ini, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan semakin menunjukkan bahwa kampus perkuat komitmen dengan prinsip moderasi beragama.
Penulis & Tim Liputan: Riska Yuliyanti dan Naela Azkiya
Editor: Atika Puspita.






