• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Resensi Film Tiba-Tiba Setan, Ketika Perburuan Harta Karun Berujung Teror Sungguhan

Muhammad Ardiyansyah by Muhammad Ardiyansyah
14 Agustus 2026
in Analisis, Review
0
Resensi Film Tiba-Tiba Setan, Ketika Perburuan Harta Karun Berujung Teror Sungguhan

Sumber: detik.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul : Tiba-Tiba Setan
Sutradara : Etienne Caesar
Produser : Sridhar Jetty
Penulis Skenario : Rebecca M. Bath, Ridho Brado
Genre : Komedi-horor
Perusahaan Produksi : Ess Jay Pictures
Pemeran : Oki Rengga, Lolox, Ratu Felisha, Tanta Ginting, Poppy Sovia
Durasi : 113 menit
Tanggal Rilis : 16 April 2026

lpmalmizan – Film Tiba-Tiba Setan adalah salah satu sajian terbaru yang meramaikan layar lebar. Genre komedi-horor memang nggak pernah sepi peminat dan selalu punya tempat tersendiri di hati para penikmat bioskop.

Menggabungkan tingkah konyol para komika dengan bumbu misteri yang menegangkan, film ini menawarkan tontonan seru buat kamu yang sekadar ingin menikmati hiburan santai di akhir pekan tanpa harus pusing mengikuti jalan cerita yang rumit. Fokus cerita film Tiba-Tiba Setan berada pada perselisihan tiga pasangan bersaudara yang mendatangi sebuah hotel tua terbengkalai.

Mereka datang ke tempat terpencil itu bukan tanpa alasan, melainkan demi berburu harta karun warisan peninggalan mendiang ayah mereka. Ketegangan dan keseruan cerita terbangun dari dinamika hubungan antar saudara serta kehadiran dua karakter asisten, yaitu Rambo (Oki Rengga) dan Bonar (Lolox).

Sebagai asisten, Rambo tampil dengan watak keras kepala, ceplos-ceplos, dan gampang panik saat situasi memanas. Sementara itu, Bonar melengkapi suasana lewat karakternya yang lugu, santai, namun kerap melontarkan ide-ide konyol yang justru menjadi pemicu berbagai kekacauan di lapangan.

Namanya juga persaingan antar saudara demi warisan, strategi dan akal-akalan di antara ketiga pasangan tersebut jelas tak terhindarkan. Demi membuat pihak lain takut dan memilih mundur dari perburuan, salah satu dari mereka diam-diam menyewa penjaga hotel untuk menyamar menjadi hantu settingan.

ArtikelTerkait

Bahaya Mikroplastik, Mengapa Kita Harus Peduli?

Belenggu Stereotip

Kepala Riuh Sunyi

Sialnya, rencana sandiwara ini malah berantakan total. Tanpa disengaja, aksi penjaga hotel itu justru memanggil roh wanita korban pembunuhan yang dulu pernah dikubur di area hotel tua tersebut.

Bukannya cuma berurusan dengan hantu bohong-bohongan, mereka beserta para asistennya malah harus berhadapan langsung dengan teror arwah penasaran yang asli, mengubah situasi yang tadinya penuh akal-akalan konyol menjadi kepanikan seru saat mereka berusaha menyelamatkan diri dari serangan setan sungguhan. Ada beberapa alasan kuat mengapa film Tiba-Tiba Setan ini sangat menarik untuk dibahas dan diresensi.

Film ini berhasil memanfaatkan formula komedi situasi yang dipadukan secara pas dengan horor klasik. Di saat industri film horor Indonesia sedang gempur-gempurnya menyajikan tema religi atau gore yang berat, Tiba-Tiba Setan hadir sebagai hiburan bagi penonton yang merindukan komedi.

Selain itu, chemistry antar pemainnya terasa sangat solid. Komunikasi non-verbal, tempo komedi, hingga celetukan kasual khas Oki Rengga dan Lolox sebagai asisten membuat humor di dalamnya mengalir hidup dan tidak dipaksakan, mengajak penonton merasakan suasana absurd di mana rasa takut dan gelak tawa hadir beriringan.

Meski menyajikan daya tarik yang kuat, film ini tentu tidak lepas dari kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Nilai plus utama dari film ini terletak pada humornya yang terasa alami dan segar berkat gaya ceplos-ceplos khas para komika yang sukses mencairkan suasana mencekam.

Selain itu, dinamika kelompoknya dibangun dengan baik sehingga interaksi antar pasangan bersaudara dan para asistennya terasa hidup, didukung pula oleh pemilihan lokasi hotel tua yang berhasil memberikan nuansa horor tanpa menghilangkan fokus pada unsur komedinya. Namun di sisi lain, film ini memiliki kekurangan pada alur ceritanya yang terbilang cukup formulasional.

Konsep perburuan harta karun di tempat angker bukanlah hal yang baru dalam genre komedi-horor, sehingga alur cerita maupun plot twist pengungkapan misterinya terasa cukup mudah ditebak bagi penonton yang sudah terbiasa dengan film sejenis. Secara keseluruhan, Tiba-Tiba Setan tetap berhasil menyajikan paduan komedi dan unsur horor yang menghibur.

Walaupun ide ceritanya terbilang sederhana dan relatif mudah ditebak, film ini sukses menyajikan tontonan yang ramai, lucu, dan tetap memberikan sensasi kaget yang pas. Bagi kamu yang mencari tontonan segar dan menghibur bersama teman atau keluarga, film ini sangat layak untuk masuk ke dalam daftar tontonan wajib.

 

Penulis: M. Ardiyansyah
Editor: Yunita Alfa Nikmah

Tags: #Film Tiba-tiba Setan#LPM Al Mizan#UINGusdur
Muhammad Ardiyansyah

Muhammad Ardiyansyah

Related Posts

Membuka Entrok Karya Okky Madasari

Membuka Entrok Karya Okky Madasari

19 September 2026
“Ya Namanya Juga Mahasiswa”: Ketika Begadang dan Stres Dinormalisasi

“Ya Namanya Juga Mahasiswa”: Ketika Begadang dan Stres Dinormalisasi

15 September 2026
Ketika Kamu Terus Dibuat Merasa Bersalah

Ketika Kamu Terus Dibuat Merasa Bersalah

7 September 2026
Resensi Film Ghost in the Cell, Ketika Napi Beringas Berlomba Jadi Orang Baik demi Bertahan Hidup

Resensi Film Ghost in the Cell, Ketika Napi Beringas Berlomba Jadi Orang Baik demi Bertahan Hidup

5 September 2026
Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

24 Agustus 2026
Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

23 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In