• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Aksi Mahasiswa: Ormawa Enggan Turun atau Tak Dilibatkan?

Ibnu Salim by Ibnu Salim
3 September 2025
in Analisis, Opini
0
Aksi Mahasiswa: Ormawa Enggan Turun atau Tak Dilibatkan?

Foto: Muslimah

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – Demonstrasi mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Rabu, 3 September 2025, memang berhasil menarik perhatian publik. Puluhan mahasiswa turun ke jalan, menyuarakan berbagai tuntutan, dan bahkan diterima secara langsung oleh DPRD serta Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Dari luar, aksi ini tampak berjalan lancar, rapi, dan berhasil mencapai audiensi. Namun, jika ditelusuri, terdapat satu catatan yang perlu dikaji ulang yakni keterlibatan organisasi mahasiswa (ormawa) yang ternyata tidak merata.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hanya segelintir ormawa tingkat universitas yang mengetahui adanya demonstrasi ini. Misalnya, Ketua UKM U Speac bahkan mengaku baru mengetahui adanya aksi ketika membaca berita yang diterbitkan oleh LPM Al-Mizan. Begitu pula dengan UKK Menwa, di mana anggotanya menyatakan tidak pernah menerima tugas atau arahan untuk mengikuti aksi tersebut. Sebaliknya, ada beberapa ormawa yang memang diajak secara langsung, seperti UKM U Sigma yang mengirimkan satu orang atas permintaan Ketua SEMA, dan LPM Al-Mizan yang mendelegasikan lima orang (dua untuk meliput dan tiga untuk ikut bersuara).

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengapa hanya sebagian ormawa yang mengetahui dan dilibatkan? Apakah memang ada komunikasi yang terputus, atau justru ada pilihan sadar untuk tidak melibatkan semua pihak? Dan apakah para ketua ormawa yang tidak tahu itu benar-benar tidak diberitahu, atau sebenarnya memilih untuk tidak ikut karena faktor tertentu?

Melihat daftar peserta aksi yang dibatasi hanya 30 orang, jelas mayoritas berasal dari DEMA, baik di tingkat universitas maupun fakultas. Artinya, representasi mahasiswa yang turun tidak sepenuhnya mencerminkan keragaman suara kampus. Padahal, esensi gerakan mahasiswa adalah keterbukaan, kebersamaan, dan solidaritas lintas organisasi. Ketika akses informasi hanya berputar di lingkaran tertentu, aksi cenderung kehilangan legitimasi kolektifnya.

Namun demikian, kita juga tidak bisa menafikan bahwa aksi ini tetap berjalan dengan baik. Audiensi berlangsung tertib, mahasiswa diterima, dan tuntutan mereka didengar. Hal ini tentu patut diapresiasi. Tetapi, apresiasi itu tidak boleh menutup mata terhadap kritik. Sebab, sebuah aksi bukan hanya soal hasil di ruang audiensi, melainkan juga tentang proses yang melibatkan semua elemen mahasiswa secara terbuka.

Di sinilah letak keprihatinan kita: ketika aksi hanya diketahui segelintir ormawa dan diisi mayoritas oleh DEMA, apakah masih bisa disebut sebagai gerakan mahasiswa yang mewakili suara bersama? Ataukah ia sekadar menjadi agenda formalitas yang berjalan baik di permukaan, tetapi rapuh di dalamnya?

ArtikelTerkait

Puluhan Umat Buddha Khidmat Rayakan Tri-Suci Waisak di Vihara Bodhi Dharma

Tradisi Pengantin Tebu dan Pengantin Glepung Meriahkan Selamatan Giling PG Sragi

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

 

Penulis: Ibnu Salim

Editor: Atika Puspita.

Tags: #DEMA#demonstrasi#LPM Al Mizan#ormawauingusdur#UINGusdur
Ibnu Salim

Ibnu Salim

Related Posts

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

28 Mei 2026
The “Tumbal”: From Harvard to Prison

The “Tumbal”: From Harvard to Prison

23 Mei 2026
Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

21 Mei 2026
Mengurai Kontras antara People Pleasing dan Self Love

Mengurai Kontras antara People Pleasing dan Self Love

21 Mei 2026
Prabowo Soal Rupiah Melemah: Warga Desa Tidak Menggunakan Dollar

Prabowo Soal Rupiah Melemah: Warga Desa Tidak Menggunakan Dollar

20 Mei 2026
OSD HMT-ITB Menyanyikan Lagu Erika Memicu Kemarahan Publik

OSD HMT-ITB Menyanyikan Lagu Erika Memicu Kemarahan Publik

12 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In