• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Moderatisme Beragama di Zaman Chaos

Redaksi Al-Mizan by Redaksi Al-Mizan
6 April 2018
in Review, Sastra
0
Islam Tuhan Islam Manusia

Sumber: Bomasta

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul                : Islam Tuhan Islam Manusia

Penulis             : Haidar Bagir

Penerbit           : Mizan

Cetakan           : September 2017

ISBN               : 978-602-441-016-2

Apa yang ada di benak anda ketika berbicara tentang agama? Mungkin yang terbayang adalah sebuah spiritualitas atau kewajiban vertikal terhadap Tuhan. Konteks Agama dewasa ini santer sekali dibincangkan di berbagai lini kehidupan. Segala perdebatan yang terjadi di ranah publik tak pernah lepas dari persoalan agama. Terlebih Islam dengan label agama primordial di Indonesia, seringkali menuai berbagai gesekan dengan paham keagamaan lain. Berbagai pemikiran tentang diskursus ini telah dikaji oleh beberapa tokoh-tokoh intelek. Termasuk Haidar Bagir yang hadir dengan konsep pemikirannya terkait agama dan spiritualitas di zaman chaos.

ArtikelTerkait

Bengawan Solo

Manusia, Alam dan Sastra—Buletin Sastra GIE Edisi 2025

Ketika Hukum Takut pada Kekuasaan: Keadilan untuk Argo Erico

Akhir-akhir ini dapat kita amati sendiri bahwa agama semakin mendominasi kehidupan sosial politik. Hal itu justru membuat agama dinilai semakin menjauh dari perenungan. Ia lebih banyak menjadi teriakan tinimbang menjadi puisi. Dalam istilah yang digunakan Haidar, ia mengatakan jika dunia saat ini sedang mengalami peluruhan (hlm.17), yang dikutip dari tesis Giorgie Anne Geyer, seorang kolumnis dan ahli panel televisi tentang persoalan-persoalan dunia. Banyak negara yang sebelumnya dianggap amat kohesif dari segi struktural maupun spiritual, telah ‘tercabik-cabik’.

Lebih dari itu, adanya peluruhan nilai-nilai dalam spiritualitas juga ditengarai oleh kemajuan teknologi yang kurang diimbangi oleh iman dan taqwa. Berbagai informasi yang bertebaran di lini maya kini tak dapat lagi dibendung. Haidar menyebut fenomena ini sebagai ‘luberan informasi’(hlm.35). Dimana akibat dari fenomena tersebut membuat orang menjadi disorientasi, karena terlalu banyaknya informasi yang bahkan informasi tersebut hanya simpang-siur tak ada kedalaman. Lalu muncullah istilah hoax yang saat ini menjadi kajian serius baik diranah agama maupun pemerintah.

‘Kekacauan’ tak hanya berhenti  sampai disitu saja. Kini polemik keagamaan semakin menjadi manakala di negeri ini memasuki tahun-tahun politik. Gaungan isu SARA tak henti-hentinya mendominasi pemberitaan. Antara Islam dan Non-Islam membuat garis tameng yang sangat jelas. Gerakan-gerakan massa pun marak terjadi manakala isu agama mencuat ke permukaan. Para ahli fenomenologi membagi cara pandang ini menjadi dua bagian. Yakni, agama yang berorientasi hukum (nomos/ law-oriented religion) dan agama yang berorientasi cinta (eros/ love-oriented religion).

Cara pandang agama yang berorientasi hukum membentuk cara tafsir terhadap doktrin sebagaimana terkandung dalam teks-teks keagamaan. Cenderung melihat agama (Tuhan, nabi, ajaran) sebagai sifat eksklusif sehingga mudah sekali mengkafirkan orang manakala ia tak sejalan dengan pemikiran mereka. Meskipun fenomena takfirisme (pengkafiran) tak dapat terlepas dari doktrinal-historis pada masa lampau yaitu pada masa pergolakan politik era kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Berbeda dengan cara pandang agama yang berorientasi pada cinta, ia melihat agama sebagai wadah manifestasi cinta, yaitu cinta Tuhan kepada alam semesta dan cinta alam semesta kepada Tuhan. Cara pandang ini lebih mengutamakan kedamaian dan sifat inklusif. (hlm.50)

Inklusivisme juga erat kaitannya dengan moderasi dalam beragama. Dimana dalam hal ini membicarakan posisi penganut suatu agama itu sendiri. Adapun posisi umat Islam secara jelas telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah:143. Disebutkan bahwa posisi umat Islam itu sebagai ummatan wasathan (umat pertengahan, umat yang moderat). Tentu nash Al-Qur’an ini diperkuat oleh sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir yang mana Rasul SAW bersabda “aku diutus dengan membawa agama yang lurus lagi toleran, atau (dalam redaksi lain) mudah; siapa pun yang menyalahi tradisiku dia bukanlah bagian dariku.”

Penguatan dari hadits Nabi sekaligus mempertegas narasi di atas bahwa watak dasar Islam yang sejati adalah moderasi atau tengah-tengah. Bukan hanya dalam persoalan-persoalan duniawi, bahkan dalam aktivitas ibadah yang amat sakral sekalipun, Nabi melarang ekstremisme (hlm.130). Sebaliknya ekstremisme sesungguhnya bukanlah anak sah agama dan tradisi Islam.  Munculnya gerakan Islam radikal yang akhir-akhir ini meresahkan bukan saja tak sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, namun juga tak sejalan dengan praktik yang diajarkan oleh Nabi.

Haidar memetakan konsep pemikirannya menjadi beberapa bagian. Mulai dari bagian masalah, yang menguak berbagai problematika seputar agama yang dihadapi di era penuh modernitas ini. Setelah itu Ia mengaitkannya dengan khazanah atau pemikiran Islam terkait dengan problematika tersebut yang menjadi bagian kedua. Kemudian di bagian ketiga Haidar mengembangkan pemikiran tersebut sebagai sumber pemecahan masalah. Ketika sumber masalah telah ditemukan di bagian empat dipaparkan pendekatan-pendekatan yang dapat diambil. Lalu di bagian terakhir adalah solusi yang ditawarkan untuk problematika tersebut.

Buku Islam Tuhan Islam Manusia ini sangat relevan dengan tantangan keagamaan yang dihadapi dewasa ini. Di dalamnya menelisik sisi-sisi peka dari seorang penulis tentang permasalahan yang terjadi di negeri ini atau bahkan dunia. Mengambil berbagai sumber pembacaan yang mendalam. Haidar Bagir mengintegrasikan antara pemikiran barat dengan pemikiran basis keislaman. Sehingga kompleksitas dalam ulasan buku ini sangat luas.

Resensi Buku Islam Tuhan Islam Manusia

By : Ulfatunnisa

Tags: iainpekalonganlpmalmizanmahasiswaresensisastra
Redaksi Al-Mizan

Redaksi Al-Mizan

Related Posts

Menepis Stigma, Merajut Kesetaraan: Resensi Buku Menjadi Feminis Muslim

Menepis Stigma, Merajut Kesetaraan: Resensi Buku Menjadi Feminis Muslim

21 Juli 2026
Tak Sama Tanpamu

Tak Sama Tanpamu

28 April 2026
Rendang

Rendang

11 April 2026
Film Civil War: Membaca Realitas Pahit dari Lensa Jurnalis

Film Civil War: Membaca Realitas Pahit dari Lensa Jurnalis

18 Maret 2026
Bengawan Solo

Bengawan Solo

15 Januari 2026
Dia Yang Datang Bukan Untukku

Dia Yang Datang Bukan Untukku

5 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In