lpmalmizan – Kota ini masih berdenyut seperti biasa
deru kendaraan mengalun seperti irama yang tak usai,
lampu-lampu jalan menemani sisa-sisa senja
yang enggan benar-benar redup.
Segalanya tampak padu,
seolah tak terlihat ada goresan.
Namun, diam-diam
aku merasakan kehilangan
di celah-celah goresan yang tak kasatmata.
Bangunan yang dulu kita datangi
masih setia pada bentuknya,
meski tak lagi menyimpan riuh percakapan
yang dulu kita bangun tanpa sadar.
Kakiku tetap menapak jalan yang sama,
menyusuri sudut-sudut kenangan
yang kini terasa seperti gema,
terdengar, tapi tak bisa disentuh.
Kota ini tidak berubah,
ia hanya kehilangan makna
yang dulu pernah kita sematkan
pada tiap sudutnya.
Dan aku,
masih mencoba merapikan rindu
yang berantakan di antara
hari-hari yang terus berlalu.
Sebab pada akhirnya,
yang benar-benar pergi bukanlah kamu,
melainkan cerita kita
yang perlahan luruh bersama waktu.
Penulis: Fitriana Azzahra






