lpmalmizan – Menyapa Jiwa dalam Halaman Kata
Seluas samudra atas segala puji kami curahkan kepada sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat dan karunianya tiada henti. Tak lupa selawat serta salam kami panjatkan kepada sang baginda Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa pembawa kabar baik dan penyelamat zaman kelak. Serta kami ucapkan beribu kata terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan andil dalam proses penerbitan buletin GIE ini.
Salam hangat bagi para pengembara di ruang aksara. Buletin Sastra GIE ini lahir dari perenungan yang mendalam tentang hubungan tiga serangkai yang tak terpisahkan. LPM Al-Mizan mengangkat tema ”Manusia, Alam, dan Sastra.” Saat ini hiruk-pikuk kehidupan di abad ke-20 ini yang mengelilingi hidup kita sering lupa bahwa manusia dan alam adalah subjek sekaligus objek yang senantiasa berdialog. Dialog tersebut tidak hanya berwujud dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam bisik-bisik batin, gejolak rasa, serta perenungan.
Buletin GIE inilah hadir sebagai jembatan dalam ungkapan batin. Tema tersebut merangkum bagaimana manusia berinteraksi, memahami, dan dipengaruhi oleh alam, serta bagaimana pengalaman dan perenungan tentang hubungan yang diekspresikan dan direfleksikan melalui karya sastra. Tentunya dalam Buletin GIE ini memaknai bahwa Manusia dan Alam yang menyudutkan posisi manusia sebagai bagian dari ekosistem, dampak aktivitas manusia terhadap alam, serta kearifan lokal dan budaya terkait pelestarian lingkungan. Lalu, Alam dan Sastra yang akan menyajikan bagaimana alam menjadi sumber inspirasi, latar, simbol, dan tema dalam berbagai bentuk karya sastra, seperti cerpen dan puisi, serta bagaimana sastra menggambarkan keindahan, kekuatan, maupun kerapuhan alam.
Lembar demi lembarannya, Buletin GIE ini akan menemukan jejak-jejak langkah dan memberikan banyak manfaat bagi para pembaca. Puisi-puisi yang meneteskan embun rindu dan melukiskan senja di ufuk hati, menceritakan kembali keagungan alam dan kerendahan lingkungan. Cerpen-cerpen yang membuka jendela ke dunia lain, tempat nasib manusia berbelit, beradu, dan menemukan maknanya dalam pusaran alam. Esai-esai yang merenung, mengajak akal untuk menari bersama rasa, mengupas lapis demi lapis makna dari kehidupan yang fana.






