• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Film Civil War: Membaca Realitas Pahit dari Lensa Jurnalis

Desi Rahmawati Agustin by Desi Rahmawati Agustin
18 Maret 2026
in Analisis, Review
0
Film Civil War: Membaca Realitas Pahit dari Lensa Jurnalis

Sumber: m.imdb.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul: Civil War
Sutradara: Alex Garland
Genre: Aksi, Drama, Perang, Petualangan, Laga, Perjalanan
Durasi: 1 jam 49 menit
Rilis : 12 April 2024
Pemeran: Kristen Dunst, Cailee Spaeny, Wagner Moura, Stephen McKinley Henderson, Nick Offerman

lpmalmizan – Saat perang mulai meletus, semua segera mengambil tindakan. Ada yang memutuskan untuk ikut pertarungan dan ada yang memilih untuk mencari perlindungan.

Namun, adakah segelintir dari mereka yang mencoba meraba kebenaran? Di masa yang penuh ketegangan dan kekhawatiran, film garapan studio A24 bergenre aksi distopia ini hadir menawarkan sensasi perang yang dingin.

Menyalurkan perasaan antiperang yang kuat dan tegas tanpa mencoba menyinggung pihak mana pun, termasuk politik. Hal ini disebabkan oleh perilisan film yang bersamaan dengan tahun ketika Amerika akan mengadakan pemilihan umum. Sehingga dugaan menyinggung pihak-pihak tertentu ditakutkan dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

Film ini diawali dengan menampilkan kerusuhan masa yang dipicu oleh konflik antara pemerintah federal dengan aliansi Front Barat yang terdiri dari Texas, California, dan Florida. Kericuhan diduga diprakarsai oleh keputusan-keputusan presiden yang menjabat selama tiga periode tersebut dinilai sudah melewati batas.

Seperti mengizinkan serangan pesawat tak berawak kepada masyarakat sipil dan membubarkan Federal Bureau of Investigation (FBI). Di tengah pertikaian yang kian memanas. Kelompok jurnalis yang terdiri dari Lee Smith (Fotografer perang), Joe (Wartawan senior), Samy (Mentor), dan Jessie Collin (Fotografer amatir) memutuskan untuk melakukan perjalanan menegangkan dari New York menuju Washington, D.C.

ArtikelTerkait

Ampera Gelar Panggung Rakyat Bentuk Kepedulian terhadap Sosial

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Penuntut Umum KPK Hadirkan 11 Saksi dalam Sidang Ketiga Pembuktian Mantan Bupati Pekalongan

Tujuan utama mereka mendatangi zona di mana jurnalis dapat ditembak di tempat tersebut adalah untuk mendapatkan sebuah jawaban (wawancara) dari presiden untuk terakhir kali sebelum kota tersebut hancur. Sebagaimana disampaikan Joe yang diperankan oleh Wagner Moura melalui dialognya, “Interviewing him is the only story left.”

Melalui film ini, penonton disuguhkan visual yang apik sekaligus ngeri secara bersamaan. Aksi pembunuhan, pengeboman gedung, diskriminasi klasik ras yang tidak berkesudahan, tak luput ikut ditampilkan.

Tidak hanya itu, khalayak juga diajak untuk melihat dan merasakan perang yang terjadi dari lensa jurnalis. Sebagaimana ditampilkan saat rombongan melintasi kawasan Amerika yang luluh-lantah akibat kekacauan perang yang seharusnya mungkin tidak pernah terjadi.

Meskipun perang yang disajikan tidak seintens film pertempuran pada umumnya. Film ini tetap mampu menyalurkan emosi karakter dengan baik.

Puncaknya adalah saat Lee Smith mulai merasa kewalahan menampung beban emosi selama menjalani kariernya sebagai fotografer perang. Sehingga membuat batinnya tertekan dan tak kuat lagi untuk menahan.

Hal ini karena, saat jurnalis bergerak sebagai pahlawan yang tidak sentimental. Maka, hanya ada pekerjaan yang harus dilakukan, konflik yang harus diikuti, dan bukti yang harus dikumpulkan.

Efek suara yang disuguhkan juga ikut mendukung dan membuat penonton turut merasakan emosi jurnalis yang berjuang menjalankan tugasnya mendokumentasikan realitas pahit yang terjadi di tengah kerusuhan.

Walaupun terdapat beberapa bagian peralihan pada film ini yang dirasa tidak konsisten dan kurang mulus sehingga membuat bosan. Tata suara serta visualisasi yang disuguhkan Civil War cukup menjadi alasan penonton untuk tetap bertahan sampai akhir film.

Film ini patut diapresiasi oleh semua kalangan dari berbagai latar belakang. Selain dilihat dari segi ceritanya, hadirnya film ini menjadi pengingat bahwa apa pun alasannya, kekejaman perang akan selalu meninggalkan dampak yang merusak.

 

Penulis: Desi Rahmawati Agustin

Editor: Achmad Bagas Pranata

Tags: #FilmCivilWar#LPM Al Mizan#UINGusdur
Desi Rahmawati Agustin

Desi Rahmawati Agustin

Related Posts

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

24 Agustus 2026
Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

23 Agustus 2026
Ketika Gelar Sarjana Kehilangan Daya Tawarnya

Ketika Gelar Sarjana Kehilangan Daya Tawarnya

23 Agustus 2026
Belajar Stoa dari Panggung Stand-Up Comedy

Belajar Stoa dari Panggung Stand-Up Comedy

20 Agustus 2026
Resensi Film Tiba-Tiba Setan, Ketika Perburuan Harta Karun Berujung Teror Sungguhan

Resensi Film Tiba-Tiba Setan, Ketika Perburuan Harta Karun Berujung Teror Sungguhan

14 Agustus 2026
Menemukan Diri di Setiap Langkah: Menelusuri Makna Perjalanan dalam Arah Langkah

Menemukan Diri di Setiap Langkah: Menelusuri Makna Perjalanan dalam Arah Langkah

12 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In