lpmalmizan – Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) Pekalongan, Zaenal Mustakim, menegaskan komitmen kampus untuk menertibkan organisasi kemahasiswaan yang tidak aktif. Ia menyatakan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang tidak aktif dan hanya “numpang nama” akan dibekukan.
Penegasan tersebut disampaikan dalam agenda Pelantikan Organisasi Kemahasiswaan yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 UIN Gusdur Pekalongan, Senin (9/2). Menurut Zaenal, organisasi mahasiswa seharusnya menjadi ruang pengembangan bakat dan minat, sekaligus wadah pembelajaran mahasiswa.
”Jangan pernah berhenti belajar berorganisasi, kegiatan UKM dan UKK harus bisa menjadi penampung keinginan bakat minat mahasiswa, kalau tidak saya mohon Ibu Warek membekukannya,” tegasnya.
Pelantikan tersebut diikuti oleh perwakilan pengurus baru dari 18 UKM dan UKK, SEMA-U, serta DEMA-U, dan turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Satuan Pengawas Internal (SPI), hingga para pembina organisasi kemahasiswaan.
Selain pengurus, kampus juga menetapkan pembina baru untuk masing-masing Ormawa. Wakil Rektor III, Shinta Dewi Rismawati, menjelaskan bahwa penentuan pembina dilakukan melalui proses evaluasi dengan mempertimbangkan aspirasi mahasiswa serta rekomendasi dari setiap organisasi. Ia memberi semangat motivasi kepada mahasiswa yang baru dilantik supaya bersinergi dalam melaksanakan tugasnya.
“Organisasi mahasiswa diibaratkan seperti pertunjukan orkestra, semua punya tugasnya masing-masing sehingga menghasilkan musik yang bagus, tidak sumbang dan tidak fals,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, kampus memberikan apresiasi kepada Ormawa dengan tata kelola organisasi terbaik, yang tahun ini diraih oleh UKK Racana. Penghargaan tersebut diberikan atas pengelolaan administrasi dan keuangan yang dinilai sistematis dan terencana.
Laela, Ketua Dewan Racana Putri menjelaskan bahwa sejak awal kepengurusan, pembagian anggaran dan program kerja telah dipetakan secara rinci. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan risiko kekurangan maupun kelebihan anggaran di akhir periode.
Selain itu, struktur organisasi Racana dilengkapi dengan sekretaris di setiap lembaga internal guna memastikan seluruh pengurus memahami administrasi, tidak hanya bergantung pada satu pihak saja. Capaian UKK Racana ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi Ormawa lain dalam membangun tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Penulis: Alfy Minatik
Tim liputan: Alfy
Editor: Achmad Bagas Pranata






