lpmalmizan – Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memberikan pembinaan kepada civitas akademika UIN K.H. Abdurahman Wahid Pekalongan di Ballroom Gedung Rektorat, Jumat (26/6). Kegiatan ini mengusung tema “Merawat Bumi, Meneguhkan Spiritualitas” dengan tujuan mendorong penghijaun kampus lewat ekoteologi.
Nasaruddin menjelaskan bahwa konsep ekoteologi perlu dibicarakan secara luas, karena dalam agama sendiri itu mempunyai tiga unsur yang namanya ethos, logos, dan mitos.
“Konsep ekoteologi ini perlu dibicarakan luas dari kita semuanya, terutama umat Islam karena apa? Karena ada persoalan teologi. Oke kita gunakan kata Max Weber, tidak mungkin kita bisa mengubah sebuah perilaku tanpa mengubah sistem kelompok dimasyarakat. Tidak mungkin bisa mengubah robot namun mengubah sistem itu. Karena dalam agama kita mengenal ethos, logos, dan mitos. Mitos itu ya akidah, propositif, dan sains,” ungkapnya.
Zaenal Mustakim, Rektor UIN Gusdur Pekalongan, dalam sambutannya menyampaikan setidaknya sudah ada sekitar 140 ribu pohon mangrove yang tertanam di desa Mulyorejo. Hal tersebut berkaitan dengan komitmen UIN Gusdur dalam upaya meningkatkan rasa sadar baik dari mahasiswa maupun para civitas akademika dalam pentingnya menjaga lingkungan agar tetap lestari.
“Ada juga kita membuat yang namanya penanaman mangrove ya. Ini sudah 6 tahun di desa Mulia Rejo. Ini sudah menjadi desa binaan kita dan sekarang sudah ada 140 ribu pohon mangrove yang sudah ditanam di desa Mulia Rejo,” tuturnya.
Selain itu, beliau juga menyampaikan terkait KKN Tematik berbasis ekoteologi, yang sudah berjalan selama 2 tahun, dengan penanganan masalah seperti sampah dan juga stunting.
“Kemudian ada KKN kita sudah 2 tahun ini KKN tematik berbasis ekoteologi, yang pertama penanganan sampah, dan yang kedua mengenai stunting,” ucapnya.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan, baik mahasiswa maupun civitas akademika UIN Gusdur, dapat meningkatkan rasa peduli terhadap lingkungan di sekitar.
Penulis: Naufal Uzzakiy Fiqran
Tim liputan: Naufal, Ayu, Muslimah
Editor: Achmad Bagas Pranata






