lpmalmizan – Aliansi Pemalang yang terdiri dari gabungan mahasiswa, pemuda dan elemen masyarakat Pemalang, menggelar aksi damai di Simpang City Walk Pemalang, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (21/6). Aksi yang dimulai pukul 15.25 WIB tersebut berlangsung tertib dan kondusif dengan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Peserta aksi berkumpul di kawasan Simpang City Walk dengan membawa berbagai spanduk, poster kritik sosial, dan atribut organisasi. Di awali dengan membakar ban bekas sebagai bentuk perlawanan, massa secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi aspirasi, kritik, serta harapan terhadap arah kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi, pemerintahan, dan penegakan hukum.
Dalam aksinya, Aliansi Pemalang menyampaikan lima tuntutan utama yakni:
1. Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),
2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat,
3. Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap perlu dievaluasi kembali,
4. Merevisi Undang-Undang TNI dan Polri,
5. Menegakkan supremasi hukum dan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) secara konsisten.
Selain tuntutan utama, massa juga menyampaikan sejumlah tuntutan tambahan, di antaranya merampingkan kabinet pemerintahan, menghentikan pemborosan penggunaan fasilitas pemerintah daerah, menghentikan kunjungan kerja yang dinilai tidak jelas manfaatnya bagi masyarakat, menindak tegas praktik penjualan minuman keras ilegal, serta memberantas praktik prostitusi dan berbagai penyakit masyarakat lainnya.
Di sela-sela orasi, peserta aksi menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan lagu kebangsaan sebagai bentuk semangat kebersamaan dalam menyampaikan aspirasi. Beberapa peserta juga membentangkan poster berisi kritik terhadap kondisi ekonomi dan penegakan hukum yang menurut mereka perlu mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah.
Ade, salah satu peserta aksi, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang dirasakan saat ini. Menurutnya, aksi ini dilakukan sebagai sarana menyampaikan aspirasi rakyat agar dapat didengar oleh para pemangku kebijakan.
“Kami hadir di sini bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan untuk menyampaikan suara masyarakat. Aksi ini adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan penegakan hukum di Kabupaten Pemalang maupun Indonesia secara umum,” ujarnya di hadapan peserta aksi.
Aksi ini mendapat pengawalan dari aparat kepolisian dan unsur terkait guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Petugas tampak melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi serta mengatur arus lalu lintas agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut menyaksikan jalannya aksi. Meskipun sempat menimbulkan perlambatan arus kendaraan pada beberapa titik, kegiatan berlangsung kondusif tanpa adanya insiden yang mengganggu ketertiban umum.

Yasir, Koordinator aksi, menegaskan bahwa demonstrasi yang digelar kali ini bukanlah aksi terakhir apabila tuntutan masyarakat tidak mendapatkan respons yang memadai dari pemerintah.
“Kami berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat benar-benar mendengar dan menindaklanjuti aspirasi yang kami sampaikan hari ini. Namun apabila tuntutan ini diabaikan dan tidak ada langkah nyata yang dilakukan, maka kami siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar. Ini merupakan bagian dari kontrol sosial dan perjuangan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog yang lebih luas agar berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik dapat diselesaikan secara konstruktif.
Menjelang berakhirnya kegiatan, massa membacakan pernyataan sikap bersama yang berisi seluruh tuntutan aksi. Mereka juga menyerukan agar pemerintah lebih mengedepankan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, efisiensi anggaran, serta penegakan hukum yang adil dan tegas.
Aksi ditutup dengan massa membubarkan diri secara tertib sambil menyampaikan harapan agar aspirasi yang telah disuarakan dapat menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret demi kepentingan masyarakat luas.
Penulis: Alis Kholisoh
Tim liputan: Alis & Ainun
Editor: Achmad Bagas Pranata






