lpmalmizan – Grand Final Festival Balon Pekalongan pada (5/4/25) mengundang antusias para pengunjung. Banyaknya pengunjung yang hadir memadati area Lapangan Mataram Kota Pekalongan menimbulkan kemacetan. Hal ini menyebabkan keresahan tersendiri bagi pelaku UMKM yang berjualan di area sekitar.
Ulfa, salah satu pedagang UMKM mengaku kesulitan untuk membawa barangnya sampai ke lokasi dengan kondisi jalan yang macet total.
“Tadi kan jalannya rapat ngga bisa jalan mba. Jadi mau kesini pun susah, bawa barang, memang macet,” paparnya.
Selain itu, menurut penjelasan Ulfa, kemacetan juga berdampak pada penjualan. Karena, pengunjung yang terjebak macet tidak dapat menjangkau pedagang di titik-titik tertentu.
“Kalau macet orang-orang kan mungkin berbalik arah. Ngga bisa jalan mba, ngga jadi kesini. Terus terang dari sebelah sana tadi memang macet total, ngga bisa lewat,” ujar Ulfa.
Albi, seorang pedagang UMKM di Festival Balon Pekalongan juga merasakan kegelisahan yang sama. Ia mengaku omset penjualan di tahun kemarin lebih bagus dibandingkan dengan omset tahun ini.
“Kalau semisal rame sih iya rame, tapi untuk penjualan lebih bagus tahun kemarin,” Ucap Albi.
Albi menegaskan bahwa secara keseluruhan, acara ini sudah bagus. Namun sayangnya kondisi jalan kurang kondusif.
“Acara sudah bagus termasuk pesertanya sudah kondusif, yang kurang kondusif memang jalannya. Parkiran di mana-mana, itu ada gedung itu kan masih kosong-kosong. Itu sebisa mungkin jadikan lahan parkir bisa kali ya,” tuturnya.
Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid menyatakan bahwa kemacetan ini adalah bentuk antusias pengunjung yang luar biasa.
“Meriah, dan tadi saya kena macet, Pak Kapolres kena macet. Karena antusias warga yang sangat luar biasa,” katanya.
Albi berharap supaya lalu lintas di Festival Balon Pekalongan kedepannya dapat lebih dikondisikan dengan baik agar tidak menimbulkan kemacetan yang juga dapat berdampak pada kondisi pengunjung.
“Tolong lalu lintas dikondisikan, jadi ngga semacet kaya sekarang. Itu bikin resah mba. Ada yang pingsan juga tadi karna kehabisan oksigen,” Pungkas Albi.
Penulis : Asa
Editor: Tika
Tim liputan: Riska, Asa, Muslimah






