lpmalmizan – Menindaklanjuti adanya kejanggalan pada hasil seleksi Panitia Pendamping (Panping) PBAK UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (Gus Dur) 2025, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Shinta Dewi Rismawati, adakan mediasi dengan pihak terkait di Meeting Room FEBI lantai 1 (5/7).
Dari proses mediasi yang dilakukan menghasilkan keputusan untuk pihak-pihak yang menuntut agar melakukan screening ulang. “Jadi intinya ini tetap jalan saja, terus yang masih tercecer silakan di recruit ulang tapi cepat karena kalau sudah oke nama-nama itu harus langsung masuk,” tegas Shinta.
Beberapa peserta seleksi Panitia PBAK UIN Gus Dur 2025 mengeluhkan adanya perubahan skor yang semula 82 menjadi 85 tanpa penjelasan lebih lanjut.
“Yang menjadi pertanyaan saya kenapa tiba-tiba Wahyu Fahrudin mendapatkan skor 85.” Hilda peserta seleksi.
Hilda mengungkapkan bahwa dirinya tidak menjawab pertanyaan saat proses screening namun mendapat skor 85 dan dinyatakan lolos sie pdd.
Dalam sesi wawancara terpisah dengan Arif selaku ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) 2025, beliau mengatakan adanya kesalahan input data yang dilakukan pihak penyelenggara. “Bahwa memang ada keteledoran ataupun kesalahan pada saat penjumlahan,” Ujar Arif.
Arif sempat menawarkan beberapa solusi namun ditolak oleh peserta seleksi yang meminta screening ulang. “Tapi mereka tetap tidak terima dan harus mengulangi dari awal untuk prosesi screening dan itu saya anggap akan tidak fair juga dengan yang lain misalkan banyak juga yang memang saat screening sudah serius dan sudah ditanyakan sesuai dengan prosedur-prosedur terkait pertanyaan yang ada,” imbuhnya.
Penulis: Muslimah
Editor: Atika Puspita
Tim Liputan: Ainun & Muslimah.






