• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Kepala Riuh Sunyi

Ainun Naimah by Ainun Naimah
26 September 2026
in Puisi, Sastra
0
Kepala Riuh Sunyi

Gambar: Ainun

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – Aku memungut potongan-potongan kecil
dari sikap, tatapan, jeda, dan kata-kata,
lalu merangkainya di dalam kepala
menjadi ribuan kemungkinan yang menyakitkan.

Aku bertanya pada hal-hal yang tak memiliki suara,
mencari jawaban dari diam
yang tak pernah menjelaskan apa-apa.

Betapa menyedihkannya,
ketika sesuatu yang belum terjadi
mampu membuatku berduka
seolah-olah telah kehilangan segalanya.

Hancur sehancur-hancurnya.

Aku membenci bagaimana pikiranku
mampu mengubah satu kalimat sederhana
menjadi badai,
satu keheningan menjadi pertanda,
dan satu perubahan kecil
menjadi akhir dari segala sesuatu.

Aku ingin berhenti berpikir,
tetapi bagaimana caranya membungkam sesuatu
yang tinggal di dalam kepalaku sendiri?

ArtikelTerkait

Belenggu Stereotip

Membuka Entrok Karya Okky Madasari

“Ya Namanya Juga Mahasiswa”: Ketika Begadang dan Stres Dinormalisasi

Aku lelah harus terus menebak-nebak,
lelah mempertanyakan perasaan orang lain,
lelah mempertanyakan diriku sendiri,
lelah merasa tidak pernah cukup yakin
dengan apa pun.

Pada akhirnya, aku hanya terbaring
bersama ribuan kemungkinan,
memeluk kecemasan yang kubenci
sekaligus tak mampu kulepaskan,
berharap esok pagi pikiranku
akan sedikit lebih sunyi.

Namun aku tahu,
mungkin ketika matahari kembali terbit,
aku akan kembali tersenyum seperti biasa—
sementara di dalam kepala,
perang itu belum juga selesai…

 

Penulis: Ainun Naimah

Tags: #LPM Al Mizan#riuh#UINGusdurpuisi
Ainun Naimah

Ainun Naimah

Related Posts

Belenggu Stereotip

Belenggu Stereotip

26 September 2026
Tak Sama Tanpamu

Tak Sama Tanpamu

28 April 2026
Rendang

Rendang

11 April 2026
Bengawan Solo

Bengawan Solo

15 Januari 2026
Dia Yang Datang Bukan Untukku

Dia Yang Datang Bukan Untukku

5 Januari 2026
Pergolakan Emosi

Pergolakan Emosi

5 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In