lpmalmizan Sebagian dari kalian mungkin pernah dan tidak jarang menemukan berita ataupun melihat secara langsung kondisi dimana stres bisa menjadikan korban terganggu kesehatan mentalnya. Stres sudah menjadi kata yang familiar sekarang, bukan hal tabu maupun sesuatu yang jarang ditemukan. Banyak berita maupun informasi yang menjadikan stres sebagai tema utama. Stres bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat, stres mampu membuat orang menjadi gila, pendiam, frustasi, nekat, bahkan bisa sampai di titik terparah yaitu bunuh diri dan kematian. Menurut saya, stres adalah ancaman serius bagi kesehatan mental yang tidak boleh diabaikan. Jadi apakah stres itu?
Stres adalah dimana respon tubuh terhadap tekanan atau tuntutan yang mengganggu kesimbangan mental dan fisik. Banyak faktor yang diakibatkan oleh stres, bisa dari faktor internal (pikiran dan perasaan) atau eksternal (lingkungan dan kejadian). Lingkungan, pengalaman traumatis, perubahan hidup juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi stres. Semua kejadian atau masalah yang datang jika kita tidak dapat menyaring dan mengatasinya dengan baik dapat menjadi pemicu stres dan berakibat pada gangguan mental dan bisa berujung pada reaksi negatif pada korban. Dampak stres terhadap kesehatan mental sangat beragam dan kompleks misal kecemasan dan ketakutan, depresi, gangguan tidur, perubahan emosi, dan lain sebagainya.
Orang dengan gangguan stres yang berlebih dan tidak mampu mengendalikan pikirannya akan kesulitan berpikir jernih. Banyak hal yang bisa menjadikan orang menjadi stres, apalagi di zaman sekarang dimana tuntutan gaya hidup juga pengaruh lingkungan yang semakin tinggi mampu membuat orang menjadi stres apabila tidak bisa mengontrol dan membatasi masalah yang ada dalam diri. Seseorang yang berlebihan dalam berpikir dan banyak memasukkan memori ke dalam otak akan semakin cepat lelah dan tidak terkondisikan mentalnya.
Stres dan gangguan mental sangat erat kaitannya karena keduanya memiliki hubungan yang jika diteliti akan sangat berpengaruh satu sama lain. Gejala mental adalah gangguan dimana sesorang terganggu mentalnya dikarenakan beberapa alasan, misalnya stres. Jika seseorang yang memiliki stres berlebih dan kesusahan mecari jalan keluar untuk masalahnya tersebut, kemungkinan korban akan menjadi pribadi yang tidak seperti biasanya. Hal ini berdampak pada kesehatan mentalnya karena otak akan bekerja lebih berat dan terus menerus sehingga kesehatan mental korban juga akan terdampak. Seseorang dengan gejala stres akan sering murung, karena masalah yang disimpan menumpuk dalam otak, sering juga emosi nya tidak terkendali akibat proses emosional yang tidak dikendalikan dengan tepat.
Stres juga bisa berpengaruh terhadap kualitas hidup korban. Kesehatan mental orang yang sedang stres akan muncul bahkan terlihat jelas oleh orang lain karena reaksi nya yang spontan. Misal jika sesorang yang kesehariannya riang, ceria, kemudian tiba-tiba menjadi pendiam, pemurung dan terlihat lesu kemungkinan korban mengalami gejala stres. Kurangnya pendengar dan kesulitan dalam mengelola masalah bisa menjadi penyebab seseorang menjadi stres. Tugas kita sebagai teman ataupun orang terdekat jika melihat korban dengan perubahan yang terlihat seperti sedang dalam masalah, baiknya kita dekati dan ajak bicara agar pikirannya tidak kosong dan bantu untuk menyelesaikan atau menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi sepihak.
Data dari Organisasi Kesehatan dunia (WHO) membuat riset dan menyimpulkan data bahwa depresi adalah penyebab utama ketidakmampuan global. Hal ini bisa menyadarkan kita bahwa stres bukanlah masalah kecil. Depresi sendiri adalah stres yang tidak tertolong, yang artinya bisa lebih parah jika stres tidak segera ditangani dengan cepat.
Gangguan mental jika tidak segera ditangani akan menyebabkan dampak negatif bagi korbannya. Seperti banyak yang diberitakan di media sosial dan mungkin kita pernah melihat secara langsung dimana stres bisa menjadikan korban sering kali melakukan hal-hal yang diluar kendali. Gangguan mental tidak melihat siapa dan umur berapa korbannya. Semua bisa terkena gangguan ini mulai dari anak, dewasa, orang tua, baik pria maupun wanita.
Jika kita mengalami masalah yang berlebih dan tidak bisa untuk memyelesaikannya sendiri, jangan sungkan untuk menghubungi rekan yang bisa dipercaya untuk kita bisa menceritakan masalah tersebut. Peran psikolog atau psikiater juga bisa diandalkan bagi korban yang mungkin ingin privasinya terjaga dan ingin masalahnya bisa ditangani dengan cepat dan tepat. Karena stres seringkali diakibatkan karena korban sering memendam masalahnya sendiri tanpa tau cara mengelolanya. Cara mengelola stres dengan mudah juga bisa dilakukan denga cara teknik relaksasi yaitu atur pernapasan dalam, meditasi, ataupun yoga. Olahraga yang cukup juga bisa mengurangi waktu untuk memikirkan hal yang berlebih dan juga meregangkan otot agar semakin rileks. Seringkali stres melanda orang yang kurang istirahat/kurang tidur, jadi atur kembali jam tidur sehat agar otak juga ada waktu untuk istirahat dari hari yang melelahkan.
Penulis: Fathimah
Editor: Alifatul Qaidah






