• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Menjaga Kemurnian Aspirasi dan Demokrasi dari Kobaran Provokasi

Mufti Amri Huda by Mufti Amri Huda
24 Desember 2025
in Analisis, Opini
0
Menjaga Kemurnian Aspirasi dan Demokrasi dari Kobaran Provokasi
Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – Ketika seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas terlindas rantis polisi pada Kamis malam (28/8), gelombang demonstrasi di berbagai wilayah Indonesia semakin memanas. Namun, terdapat hal lain yang turut membakar emosi publik, yakni perusakan fasilitas umum dan fasilitas negara yang justru mengaburkan suara rakyat.

Di Makassar, terjadi pembakaran Gedung DPRD yang menyebabkan dua orang tewas. Di Jakarta, fasilitas umum seperti halte Transjakarta juga dilalap api. Di berbagai daerah lain, hal serupa susul-menyusul terjadi. Mulai dari perusakan, pembakaran, hingga penjarahan terhadap ruko, kantor, maupun bangunan lain oleh massa. Hal ini sekaligus menimbulkan pertanyaan, mengapa aksi para demonstran cenderung mengarah ke anarkis?

Fakta di lapangan menunjukkan hal janggal. Melansir dari jkt.spot, sukarelawan medis melihat secara langsung pembakaran fasilitas umum, yakni halte, oleh oknum provokator yang diyakini bukan bagian dari massa aksi. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa massa telah disusupi oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Mengutip opini Ferry Irwandi dalam sebuah postingan, sebelum tanggal 25 Agustus terdapat akun-akun pro pemerintah yang justru menghasut massa untuk menciptakan kerusuhan. Terdapat ribuan komentar seragam di seluruh media sosial dan pergerakan dari suatu kelompok. Menurutnya, halte bus modern tidak mudah dibakar oleh rakyat sipil yang tidak memiliki bubuk mesiu. Hal ini sekaligus memperkuat anggapan terdapat suatu intervensi di tengah-tengah massa oleh suatu kelompok. “Tidak hanya banyak, mereka terorganisir, mereka bergerak sesuai strategi dan mereka ‘bersenjata’” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat supaya berstrategi, menahan diri, dan jangan sampai dimanfaatkan oleh kelompok ini.

Jika benar terdapat penyusupan, maka rakyat benar-benar sedang dijebak. Tuntutan yang semestinya bersifat murni berubah menjadi kerusuhan. Akibatnya rakyat dianggap anarkis, dikambing hitamkan sebagai pelaku kerusuhan, sedangkan pemerintah merasa berhak untuk semakin menekan, bahkan mengaku akan bertindak tegas terhadap pelaku anarkis. Meskipun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai ukuran “tindakan tegas” dan “anarkis” tersebut. Sehingga hal ini membuat tujuan demonstrasi lenyap dilahap kebakaran dan api kebencian.

Walaupun tidak bisa dipungkiri, di beberapa daerah memang terjadi perusakan oleh massa. Namun, menggeneralisasi seluruh demonstran sebagai anarkis tidak dapat dibenarkan, karena terdapat indikasi kuat bahwa kerusuhan itu dipicu oleh provokasi dan penyusupan oleh kelompok tersebut. Aparat juga tidak terlepas dari kesalahan jika menanggapi dengan kekerasan.

ArtikelTerkait

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Syafaat Bubur Suro 2026, Kolaborasi Budaya Krapyak dan Ekonomi Syariah

Dorong Penghijauan Kampus di UIN Gus Dur, Menteri Agama Berikan Pembinaan Ekoteologi

Meskipun tujuan aksi ini adalah mendesak pemerintah memenuhi tuntutan masyarakat, tindakan anarkis seperti perusakan dan penjarahan fasilitas tidak dapat dibenarkan, karena justru menimbulkan kerugian dan kerusakan bagi negara yang sedang kita perjuangkan bersama. Hal ini juga sejalan dengan tujuan kelompok provokator tersebut jika terus-menerus dilakukan. Belum lagi negara menjadi lebih buas terhadap demonstran, ditandai dengan penerangan yang dimatikan, diblokirnya fitur live di beberapa platform media sosial, hingga penembakan massa oleh aparat bersenjata di daerah “zona merah”.

Mari kita menjaga ketertiban saat menyuarakan aspirasi. Jangan mudah terprovokasi oleh kelompok yang tidak pro terhadap kepentingan rakyat. Mari gunakan akal dan pikiran kita dengan baik, supaya tidak terjerumus ke dalam aksi yang justru merugikan. Jika dilakukan secara anarki, aksi massa akan kehilangan legitimasi, dan negara akan kehilangan kepercayaan jika terus-menerus merespon dengan kekerasan. Karena itu, menjaga kemurnian demonstrasi adalah tanggung jawab bersama, supaya suara rakyat bisa tersampaikan dengan tertib dan terfokus pada tujuan utama.

 

Penulis: Mufti Amri Huda

Editor: Atika Puspita.

Tags: #demonstrasi#dprri#fasilitasumum#LPM Al Mizan#pemerintah
Mufti Amri Huda

Mufti Amri Huda

Related Posts

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

17 Juli 2026
Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

9 Juni 2026
Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

5 Juni 2026
Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

28 Mei 2026
The “Tumbal”: From Harvard to Prison

The “Tumbal”: From Harvard to Prison

23 Mei 2026
Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

21 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In