lpmalmizan – Program beasiswa untuk mahasiswa asing di Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gusdur) sudah berjalan sejak tahun 2016, ketika kampus ini masih bernama STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri). Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi program studi di UIN Gusdur, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkaya keragaman di lingkungan kampus.
Dalam penerimaan mahasiswa asing, UIN Gusdur mengutamakan beberapa indikator, antara lain prestasi akademik, kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa Arab sesuai dengan program studi, serta keberagaman asal negara mahasiswa untuk menciptakan suasana kampus yang inklusif dan multikultural. Sebagai bagian dari pendukung pembelajaran, pihak kampus menyediakan program kursus bahasa Indonesia intensif yang diadakan sebelum perkuliahan dimulai atau pada awal semester. Kampus juga tengah mempersiapkan program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) guna mendukung kelancaran pembelajaran bagi mahasiswa asing.
Meski demikian, beberapa mahasiswa asing mengaku masih mengalami kesulitan dalam memahami materi perkuliahan, terutama karena mereka baru menguasai bahasa Indonesia pada tingkat dasar. Mereka menyatakan bahwa meskipun sudah mengikuti kursus bahasa Indonesia secara online pada bulan Juli hingga Agustus, tantangan terbesar mereka adalah mengikuti perkuliahan yang menggunakan bahasa Indonesia dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
“Saya berharap kampus dapat menawarkan kursus bahasa Indonesia secara terstruktur, dari tingkat pemula hingga tingkat lanjut. Hal ini sangat membantu kami agar lebih mudah mengikuti perkuliahan dan beradaptasi dengan lingkungan akademik di sini,” ujar salah satu mahasiswa asing.
Selain kursus bahasa, mahasiswa asing juga menyarankan adanya program pertukaran bahasa dengan mahasiswa lokal, di mana mahasiswa asing dapat berlatih berbicara bahasa Indonesia dalam konteks informal. Mereka berharap hal ini dapat membantu mereka meningkatkan kemampuan berbicara dan memperlancar komunikasi sehari-hari di luar kelas.
Tak hanya soal bahasa, mahasiswa asing juga berharap adanya fasilitas tempat tinggal khusus bagi mereka, terutama bagi yang berasal dari luar kota atau luar negeri. Banyak mahasiswa yang merasa kesulitan karena biaya beasiswa yang terbatas tidak mencukupi untuk biaya hidup dan tempat tinggal.
“Harapan saya dan teman-teman lainnya, kampus dapat menyediakan tempat tinggal khusus bagi mahasiswa asing yang jauh dari rumah, karena beasiswa kami tidak cukup untuk biaya hidup dan akomodasi,” ujar seorang mahasiswa asing.
Beberapa mahasiswa juga mengungkapkan kesulitan dalam mengikuti mata kuliah yang berkaitan dengan Islam, seperti sejarah Islam dan materi yang menggunakan bahasa Arab. Mereka berharap kampus dapat memberikan dukungan tambahan agar mereka lebih mudah memahami materi tersebut.
Dengan adanya berbagai tantangan yang dihadapi, mahasiswa asing berharap UIN Gusdur dapat terus meningkatkan fasilitas dan program yang ada. Dukungan dari kampus, baik dalam hal akademik maupun non-akademik, sangat penting agar mereka bisa lebih mudah beradaptasi dan sukses dalam menyelesaikan studi di UIN Gusdur Pekalongan.
Penulis: Dewi Nur Istiqomah
Editor: Alifatul Qaidah
Tim Liputan: Dewi, Amar, Diva, Lili






