lpmalmizan – Penulis naskah dan sutradara film, Ipank PWO, menggelar diskusi penulisan skenario film bertajuk “Mengupas Struktur Cerita dengan Metode 9 Point” di Ruang Seminar Lantai 3 Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Sabtu (6/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian campus roadshow yang telah dijalankannya selama delapan tahun terakhir di berbagai kota di Indonesia.
Diskusi yang dipandu oleh dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Gus Dur, Afina Fahru Miliana, tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa. Turut hadir Ketua Program Studi KPI dan Sekretaris Program Studi KPI.
Dalam sambutannya, Mukoyimah, Ketua Prodi KPI menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan gagasan melalui karya audio visual.
“Menghadirkan Mas Ipank di tengah mahasiswa yang haus ilmu akan perfilman dengan harapannya dapat menyampaikan gagasan dan juga membentuk masyarakat yang memiliki gagasan yang sama,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Ipank membagikan materi mengenai metode 9 Point sebagai salah satu pendekatan dalam membangun struktur cerita, khususnya untuk film pendek. Ia menjelaskan bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi alur cerita yang terstruktur dan menarik melalui tahapan-tahapan yang sistematis.
Ipank, yang dikenal melalui karya film pendek Wanoja dan pernah terlibat sebagai asisten sutradara dalam film Mencuri Raden Saleh, mengungkapkan bahwa mahasiswa KPI menjadi salah satu sasaran roadshow karena dinilai memiliki potensi besar dalam bidang produksi media dan perfilman.
“Karena punya semangat, ide dan gagasan yang perlu didengar,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait proses kreatif penulisan naskah hingga produksi film.
Syarif, salah satu peserta, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai teknik penulisan film pendek melalui metode 9 Point yang dipaparkan oleh Ipank.
“Dapat materi tentang penulisan film yang menggunakan teknik 9 poin untuk penulisan film pendek dan kita menjadi paham cara menulis script film pendek. Script itu bisa melahirkan karya yang bagus. Harapannya, saya sendiri bisa melahirkan karya-karya yang pastinya lebih bagus dan spektakuler dengan menggunakan teknik penulisan ini. Teknik ini juga dapat digunakan bagi sineas karena cukup mudah diterapkan untuk mengembangkan apa yang sudah ada saat ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami dasar-dasar penulisan skenario, tetapi juga mampu mengembangkan ide kreatif menjadi karya audio visual yang berkualitas dan memiliki pesan yang kuat bagi masyarakat.
Penulis: Achmad Bagas Pranata
Tim liputan: Bagas dan Tika
Editor: Sausan Zahra






