lpmalmizan – Puncak acara Festival Bubur Suro 2025 digelar pada Ba’da Isya Senin (14/7/2025). Acara Festival Bubur Suro diadakan setiap tahun dari 2019 hingga sekarang. Bubur suro diangkat dari filosofi cerita Nabi Nuh yang ketika banjir surut memasak bersama umatnya dengan bahan yang ada.
“Bubur suro ini melambangkan keberagaman yang isinya macam-macam, ada rempah, potongan telur dadar, kacang-kacangan yang diolah menjadi satu dengan tujuh topping lainnya. Lalu bentuk wadahnya kan juga takir seperti kapal Nabi Nuh,” ungkap Muhammad Iskandar selaku ketua panitia.
Festival ini mengangkat nilai budaya yang kaya akan kerahatan masyarakat dalam suasana bulan Suro. Diberbagai daerah pasti ada bubur suro, namun bubur suro di Krapyak berbeda dengan bubur suro yang lainnya karena cita rasa masakannya terpengaruh oleh warga arab, sebab bumbu dan rempah yang digunanakan berbeda dengan daerah lain.
Festival Bubur Suro ditutup dengan pembagian bubur suro sebanyak 3.000 takir. Bubur dibuat pagi hari sebelum acara berlangsung dengan proses pemasakan yang dibagi menjadi enam titik dapur memasak bubur suro, yakni gang 7 Krapyak Kidul, gang 6 Krapyak Kidul, gang 4 Krapyak Kidul, gang 5 Krapyak Kidul, gang 9 Krapyak Lor, dan gang 5 Krapyak Lor, dari setiap dapur menyajikan 500 takir bubur.
Warga sangat berantusias menunggu giliran mendapatkan bubur suro dengan cara berebut yang mana proses berebut sudah dipersiapkan oleh panitia. Informasi festival bubur suro ini di infokan dari mulut ke mulut serta media masa, yakni Whatsapp dan Instagram. Namun, Festival Bubur Suro ini bergantung pada kalender tahun Hijriyah, jadi tanggal dan hari yang di tetapkan pada acara ini tidak mesti sama dengan tahun-tahun sebelumnya.
Warga yang datang tidak hanya dari masyarakat Krapyak saja, adapun dari kecamatan dan desa lain yang berkunjung. Masyarakat yang berkunjung sengaja untuk bersukacita berebut bubur suro yang dibagikan dengan alasan ingin menikmati makanan yang hanya ada satu tahun sekali dan mengalap berkah bubur yang telah didoakan.
“Sengaja datang mau berkunjung, jalan-jalan, dan mengijar bubur suro buat meminta keberkahan dari bubur suro, karenakan bubur suro ini kan udah didoakan,” ungkap Ibu Nurul salah satu warga yang berniatan untuk berebutan bubur suro.
Penulis: Siska Sephia
Editor: Atika Puspita
Tim Liputan: Bagas & Sephi.






