lpmalmizan – Fenomena child grooming dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan pada masyarakat. Meskipun sudah banyak kasus tentang child grooming, tetapi banyak juga masyarakat yang kurang paham apa itu child grooming. Child grooming bisa diartikan sebagai suatu upaya pendekatan yang dilakukan oleh orang dewasa kepada seorang anak (yang bukan keluarga atau darah dagingnya) agar bisa membangun kepercayaan pada anak tersebut, yang kemudian pelaku bisa melakukan pelecehan seksual terhadap anak tersebut, dimana anak tersebut sudah tidak khawatir kepada orang tersebut karena berhasil membangun kepercayaan pada diri anak tersebut.Â
Fenomena child grooming bisa disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya yaitu kurangnya hubungan harmonis dalam keluarga. Keluarga yang kurang harmonis menyebabkan anak tidak betah untuk di rumah, oleh karena itu dia mencari seseorang yang dianggap sebagai rumah, yang bisa memberikan perlindungan, kasih sayang dan perhatian yang tidak dia dapatkan di rumah. Faktor lain yaitu kurangnya peran orang tua sehingga anak kurang memahami terhadap dirinya sendiri, padahal seharusnya sosok orang tua adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak. Karena kurang andilnya sosok orang tua dalam perkembangan nya maka munculah seseorang yang bisa memberi pemahaman tentang dirinya. Faktor lain yaitu hal yang memang terdapat pada diri anak itu sendiri yaitu sifat mencari perhatian meskipun dia sudah mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tua dan lingkungan rumah tapi karena dasar sifat nya begitu maka dia tetap mencari perhatian ke orang lain, bahkan remaja yang memiliki sifat tersebut kadang merasa bangga apabila dia berhasil mendapatkan perhatian orang lain.
Korban dari Fenomena child grooming lebih banyak dialami oleh anak anak yang baru menginjak masa pubertas. Masa pubertas dimana sifat anak yang mengalami perubahan perubahan pada sifat bahkan tubuhnya, yang seharusnya dia mendapatkan pemahaman yang baik tentang apa yang akan terjadi pada dirinya dan dunia luar. Dan pada masa pubertas otak anak anak lebih mudah dipengaruhi. Karena itu banyak anak yang baru menginjak masa puber yang banyak mengalami hal tersebut.Â

Ada juga anak yang menjadi korban adalah anak broken home yang mana anak hanya mendapat kasih sayang dari satu pihak sehingga dia mencari kasih sayang ke pihak lain yang umumnya lebih dewasa sehingga bisa memahami dirinya. Sedangkan untuk oknum yang melakukan hal ini lebih banyak merujuk kepada orang yang lebih tua yang memiliki ketertarikan kepada anak kecil, yang sering kita sebut dengan Pedofil. Biasanya pihak oknum muncul dari pihak keluarga atau lingkungan, seperti paman yang biasa main ke rumah sehingga sering bercengkrama, bercerita sehingga menjadi dekat, adapun lingkungan dimana ketika ada tetangga yang ramah yang kadang mengajak basa basi sehingga menjadi akrab. Selain itu ada yang dari sekolah, yang dimana sosok guru maupun pekerja di sekolah yang kadang memang seakan akan memberikan perhatian dan perlindungan ketika di sekolah.
Disebabkan karena banyaknya kejadian ini dan banyak korban yang mengalami fenomena ini, sehingga sangat perlu sekali untuk masyarakat khususnya sosok orang tua untuk menjaga buah hati mereka. Oleh sebab itu para orang tua maupun masyarakat ditekankan untuk mengawasi tingkah laku anak anak, menjelaskan kepada mereka tentang lingkungan agar lebih mengetahui sekitar, serta yang paling penting adalah memberikan kasih sayang sehingga tidak ada namanya anak mencari sosok yang bisa memberikan kasih sayang melebihi orang tuanya. Ditanamkan juga pada diri anak tersebut tentang bahaya yang mungkin saja bisa timbul disebabkan oleh tingkah lakunya sehingga anak akan berpikir dua kali saat ingin melakukan suatu tindakan.
Penulis: Zida Farah NabilaÂ
Editor: Alifatul QaidahÂ






