lpmalmizan – Duka ini mengalir dari sudut hati
Dimana harapanku tersisa seperti embun di pagi hari
Masa depan yang membentang bersama awan kelabu
Setiap langkah penuh gemuruh hati yang menggebu-gebu
Dalam hening malam, bintang-bintang berkelip
Seakan menertawakan mimpiku yang tergores
Aku merindukan hari-hari yang tak pernah datang
Sebuah perjalanan yang terhenti di persimpangan
Di tengah kebisingan, suara sunyi teriak
Menggugah jiwa yang lelah menunggu
Apakah masa depan hanya bayangan kelam?
Atau cinta yang terukir di dinding kenangan?
Kau dan aku, sebuah peluk yang lama pudar
Memahatkan harapan di atas pasir pantai
Ombak datang menyapu dengan lembut
Menghilangkan jejak kita, tapi tak perih
Diantara larik-larik puisi yang tersisa
Aku mencari arti di balik duka
Mungkin, duka adalah jembatan
Menuju cahaya yang belum pernah kita lihat
Biarlah waktu menjadi penghibur
Meski duka menggerogoti jiwa
Masa depan mungkin tak selalu cerah
Tapi harapan selalu ada, mengalir dalam tiap desah nafas
Penulis: Hengki Firnando
Editor: Alifatul Qaidah






