lpmalmizan – Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya (Ampera) yang terdiri atas organisasi dari berbagai perguruan tinggi di Pekalongan menggelar kegiatan “Panggung Rakyat” di kawasan KM 0 Kajen, Pekalongan pada Jumat (28/8). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
Acara digelar pada pukul 16.30 WIB dengan tiga kegiatan utama, yakni pembagian hasil tani secara gratis, pembagian pakaian gratis, serta lapak membaca buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas turut berhenti untuk melihat kegiatan dan mengambil pakaian maupun hasil tani yang telah disediakan secara cuma-cuma. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang dan berinteraksi dengan mahasiswa.
M. Dzakwan Makarim, Anggota DEMA UIN Gus Dur, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk membagikan kebutuhan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas mahasiswa terhadap rakyat.
“Mahasiswa saling membantu rakyat, intinya saling menjaga, membantu dari rakyat untuk rakyat,” ucapnya.
Selain pembagian hasil tani dan pakaian, Panggung Rakyat juga diisi dengan lapak membaca buku. Kehadiran lapak tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk tetap membawa isu pendidikan dalam kegiatan sosial yang mereka lakukan.
Tak hanya itu, perwakilan mahasiswa dari berbagai elemen aliansi juga menyampaikan sejumlah puisi bertema perjuangan. Pembacaan puisi tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian keresahan sekaligus refleksi mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan yang dinilai tengah dihadapi masyarakat. Salah satunya adalah kondisi pendidikan yang dinilai belum menjadi prioritas, serta persoalan di sektor pertanian, seperti tingginya harga hasil kebutuhan pertanian, pupuk, dan berbagai kebutuhan lainnya yang turut memberikan beban bagi masyarakat.
Muhammad Syakif Arsilan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pekalongan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu cara mahasiswa untuk menunjukkan keberadaan dan kepedulian mereka terhadap masyarakat di tengah berbagai persoalan yang sedang terjadi.
“Di sini kami menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita sebagai mahasiswa bisa berdiri dengan kondisi yang seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki peran di lingkungan kampus, tetapi juga mempunyai tanggung jawab sosial untuk hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat. Kolaborasi lintas elemen mahasiswa dalam Panggung Rakyat diharapkan dapat memperkuat solidaritas sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berusaha menghadirkan bentuk aksi yang tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Pembagian hasil tani menjadi simbol bahwa sektor pertanian dan kesejahteraan petani perlu mendapatkan perhatian, sementara lapak membaca menjadi pengingat bahwa akses terhadap pendidikan dan pengetahuan juga merupakan kebutuhan masyarakat.
Penulis: Zida Farah Nabila
Tim liputan: Zida, Nabil. Firda
Editor: Achmad Bagas Pranata






