lpmalmizan – Mahasiswa baru (Maba) UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan tidak dikenakan pungutan biaya tambahan dalam mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026 yang dimulai pada Selasa (18/8). Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut dirancang untuk mengenalkan lingkungan akademik, kelembagaan, budaya kampus, hingga organisasi kemahasiswaan kepada mahasiswa baru.
PBAK tahun ini mengusung tema “Garuda Nusantara Menguatkan Karakter Humanis Berbasis Kebudayaan.” Fairuz Zaman, Presiden Mahasiswa, menjelaskan tema tersebut dipilih dengan merujuk pada nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur terutama nilai kemanusiaan, dan penghargaan terhadap keberagaman.
”Kita melihat nilai-nilai Gus Dur dan akan background kita ya K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, biar memiliki rasa jiwa kemanusiaan, memiliki rasa jiwa menghargai antara sesama, tidak hanya sesama agama tapi sesama agamanya sendiri yang berbeda-beda juga,” jelasnya.
PBAK 2026 ini tidak ada acara hiburan seperti tahun sebelumnya seperti paper mop atau konser dengan demikian, mahasiswa baru tidak dipungut biaya tambahan untuk acara hiburan. Hafidz Al Faqih, Organizing Committee PBAK 2026 mengatakan agenda paper mop seperti tahun lalu memakan biaya yang besar serta pada tahun ini panitia ingin mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan kampus, seperti UKM Musik El-Fata.
”Dilihat dari tahun kemarin itu membutuhkan anggaran yang banyak ya untuk paper mop itu sendiri karena ada paper mop kita mengundang yang sudah ahli dalam hal tersebut dan biayanya mungkin cukup mahal dan untuk hiburan seperti konser, di tahun ini tidak ada dan kami ingin mengoptiomalkan sumber daya yang ada di kampus seperti UKM Musik El-Fata,” ungkapnya.
Rangkaian PBAK dimulai pada hari pertama dengan pembukaan dan pengenalan lembaga internal kampus. Hari kedua diisi dengan materi dari Yenny Wahid dan alumni UIN Gus Dur yang berprestasi guna memberi motivasi kepada mahasiswa baru.
Pada hari ketiga, mahasiswa baru mengikuti PBAK tingkat fakultas. Sementara itu, hari keempat diisi dengan parade organisasi mahasiswa (Ormawa).
Selain pengenalan akademik dan kemahasiswaan, PBAK tahun ini juga mengangkat program wakaf buku dengan target buku yang terkumpul sebanyak 2500 buku yang nantinya akan disalurkan ke lembaga perpustakaan yang ada di sekitar kampus.
Pelaksanaan PBAK selama empat hari tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial bagi mahasiswa baru. Mahasiswa juga dapat mengenal lingkungan kampus, mengembangkan kemampuan melalui organisasi, serta menerapkan nilai humanisme dan kebudayaan dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Penulis: Achmad Bagas Pranata
Tim liputan: Bagas & Ainun
Editor: Sausan Zahra






