Judul : Kang Mak from Pee Mak
Sutradara : Herwin Novianto
Produser : Frederica
Penulis Skenario : Alim Sudio
Genre : Komedi-horor
Perusahaan Produksi : Falcon Pictures
Pemeran : Vino G Bastian, Marsha Timothy, Indra Jegel, Rigen Rakelna, Tora Sudiro, Indro Warkop
Durasi : 122 menit
Tanggal Rilis : 15 Augustus 2024
Film dengan genre komedi-horor nampaknya semakin diminati penonton. Jika sebelumnya film Agak Laen berhasil menembus 6 juta penonton, kini muncul film dengan genre serupa. Ya, film tersebut adalah film Kang Mak from Pee Mak, yang merupakan remake dari film Thailand dengan judul Pee Mak. Adanya film Kang Mak from Pee Mak menambah daftar film Indonesia yang berhasil tayang di bioskop berdasarkan adaptasi dari film luar negeri.
Bagi penonton yang sudah menonton film aslinya, pasti tidak akan terkejut dengan jalan cerita yang disajikan. Karena memang, film ini dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Hanya saja nama tokoh dan latar tempat yang digunakan dibuat berbeda dari versi Thailand. Unsur komedi-horor yang ditampilkan dalam film juga masih relevan dengan yang ada di Indonesia.
Film Kang Mak from Pee Mak diawali dengan sekelompok prajurit yang sedang berperang membela keutuhan NKRI. Mereka adalah Makmur yang biasa dipanggil dengan Kang Mak (Vino G. Bastian), Supra (Indro Warkop), Fajrul (Indra Jegel), Jaka (Tora Sudiro), dan Solah (Rigen Rakelna). Dengan semangat juang yang tinggi, Kang Mak dan teman-temannya berhasil selamat dari peperangan dan dapat kembali ke rumah. Hal ini disambut bahagia oleh Kang Mak, terlebih dia meninggalkan istrinya yang tengah hamil besar.
Saat sampai dirumah, Kang Mak bertemu dengan Sari (Marsha Timothy), istrinya yang ternyata sudah melahirkan. Tak lupa Kang Mak memperkenalkan istri dan anaknya yang diberi nama Cipluk kepada teman-temannya. Kang Mak juga menawarkan mereka untuk mampir sebelum pulang. Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk pulang, mereka akhirnya memutuskan untuk bermalam di tempat Kang Mak.
Seiring berjalannya waktu, Supra, Fajrul, Jaka, dan Solah menyadari ada hal yang aneh dari Sari dan anaknya. Keanehan mulai terasa saat mereka pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan. Semua pengunjung pasar saat itu memasang ekspresi ketakutan dan mencoba menghindari interaksi dengan rombongan Kang Mak. Para pedagang pasar juga memberikan dagangan mereka secara cuma-cuma karena menyadari adanya kehadiran Sari.
Ketika Kang Mak dan Sari tengah disibukan dengan belanjaan mereka, Supra, Fajrul, Jaka, dan Solah bertemu dengan dukun dan menyebutkan jika Sari sebenarnya sudah mati. Setelah pulang dari pasar, Fajrul secara tidak sengaja menemukan tengkorak yang tergeletak di dalam hutan. Keanehan semakin bertambah saat makan malam tiba. Betapa terkejutnya Supra, Fajrul, Jaka, dan Solah dengan makanan yang disajikan oleh Sari. Dengan penuh kesadaran, mereka harus menikmati daun, ulat, cacing, hingga kalajengking, makanan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Mereka yang awalnya iri dengan kehidupan harmonis keluarga Kang Mak, kini dihadapkan dengan situasi yang mencekam. Perbincangan mereka terkait Sari membuat Kang Mak merasa tersinggung dan memutuskan untuk menjauhi mereka. Dua pilihan antara meninggalkan Kang Mak atau menyelamatkan Kang Mak membuat mereka bimbang.
Film ini dirasa cocok bagi penonton yang ingin menikmati film dengan santai tanpa harus berpikir terlalu berat. Ceritanya relatif ringan dan komedi didalamnya akan membuat lupa waktu karena menikmati guyonannya. Karakter yang ada dalam film, agaknya berhasil diperankan dengan baik. Penonton tidak akan dibuat bosan, karena sepanjang film ditampilkan visual dan cerita yang menarik untuk ditonton.
Peran tokoh pembantu seperti Andre Taulany, Tarzan, dan TJ Ruth semakin menambah warna dalam film ini. Namun, cukup disayangkan karena dialog pada film ini mengambil bahasa-bahasa kekinian. Dirasa kurang pas dengan latar waktu yang diambil dalam cerita film. Meski demikian, film Kang Mak from Pee Mak tetap bisa dinikmati dengan balutan komedi-horornya.
Penulis: Dina Fitriana
Editor: Alifatul Qaidah






