• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Resensi Film Kang Mak from Pee Mak, Keberhasilan dalam Adaptasi Film Horor Thailand

Dina Fitriana by Dina Fitriana
26 Desember 2024
in Analisis, Review
0
Poster Film Kang Mak From Pee Mak, instagram Falcon Pictures

Poster Film Kang Mak From Pee Mak, instagram Falcon Pictures

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul : Kang Mak from Pee Mak 

Sutradara : Herwin Novianto

Produser : Frederica

Penulis Skenario : Alim Sudio

Genre : Komedi-horor

Perusahaan Produksi : Falcon Pictures

ArtikelTerkait

Cahaya Sendiri Meraung Gelap

Bahaya Mikroplastik, Mengapa Kita Harus Peduli?

Isak Semesta

Pemeran : Vino G Bastian, Marsha Timothy, Indra Jegel, Rigen Rakelna, Tora Sudiro, Indro Warkop

Durasi : 122 menit

Tanggal Rilis : 15 Augustus 2024

Film dengan genre komedi-horor nampaknya semakin diminati penonton. Jika sebelumnya film Agak Laen berhasil menembus 6 juta penonton, kini muncul film dengan genre serupa. Ya, film tersebut adalah film Kang Mak from Pee Mak, yang merupakan remake dari film Thailand dengan judul Pee Mak. Adanya film Kang Mak from Pee Mak menambah daftar film Indonesia yang berhasil tayang di bioskop berdasarkan adaptasi dari film luar negeri. 

Bagi penonton yang sudah menonton film aslinya, pasti tidak akan terkejut dengan jalan cerita yang disajikan. Karena memang, film ini dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Hanya saja nama tokoh dan latar tempat yang digunakan dibuat berbeda dari versi Thailand. Unsur komedi-horor yang ditampilkan dalam film juga masih relevan dengan yang ada di Indonesia. 

Film Kang Mak from Pee Mak diawali dengan sekelompok prajurit yang sedang berperang membela keutuhan NKRI. Mereka adalah Makmur yang biasa dipanggil dengan Kang Mak (Vino G. Bastian), Supra (Indro Warkop), Fajrul (Indra Jegel), Jaka (Tora Sudiro), dan Solah (Rigen Rakelna). Dengan semangat juang yang tinggi, Kang Mak dan teman-temannya berhasil selamat dari peperangan dan dapat kembali ke rumah. Hal ini disambut bahagia oleh Kang Mak, terlebih dia meninggalkan istrinya yang tengah hamil besar. 

Saat sampai dirumah, Kang Mak bertemu dengan Sari (Marsha Timothy), istrinya yang ternyata sudah melahirkan. Tak lupa Kang Mak memperkenalkan istri dan anaknya yang diberi nama Cipluk kepada teman-temannya. Kang Mak juga menawarkan mereka untuk mampir sebelum pulang. Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk pulang, mereka akhirnya memutuskan untuk bermalam di tempat Kang Mak. 

Seiring berjalannya waktu, Supra, Fajrul, Jaka, dan Solah menyadari ada hal yang aneh dari Sari dan anaknya. Keanehan mulai terasa saat mereka pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan. Semua pengunjung pasar saat itu memasang ekspresi ketakutan dan mencoba menghindari interaksi dengan rombongan Kang Mak. Para pedagang pasar juga memberikan dagangan mereka secara cuma-cuma karena menyadari adanya kehadiran Sari.

Ketika Kang Mak dan Sari tengah disibukan dengan belanjaan mereka, Supra, Fajrul, Jaka, dan Solah bertemu dengan dukun dan menyebutkan jika Sari sebenarnya sudah mati. Setelah pulang dari pasar, Fajrul secara tidak sengaja menemukan tengkorak yang tergeletak di dalam hutan. Keanehan semakin bertambah saat makan malam tiba. Betapa terkejutnya Supra, Fajrul, Jaka, dan Solah dengan makanan yang disajikan oleh Sari. Dengan penuh kesadaran, mereka harus menikmati daun, ulat, cacing, hingga kalajengking, makanan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. 

Mereka yang awalnya iri dengan kehidupan harmonis keluarga Kang Mak, kini dihadapkan dengan situasi yang mencekam. Perbincangan mereka terkait Sari membuat Kang Mak merasa tersinggung dan memutuskan untuk menjauhi mereka. Dua pilihan antara meninggalkan Kang Mak atau menyelamatkan Kang Mak membuat mereka bimbang. 

Film ini dirasa cocok bagi penonton yang ingin menikmati film dengan santai tanpa harus berpikir terlalu berat. Ceritanya relatif ringan dan komedi didalamnya akan membuat lupa waktu karena menikmati guyonannya. Karakter yang ada dalam film, agaknya berhasil diperankan dengan baik. Penonton tidak akan dibuat bosan, karena sepanjang film ditampilkan visual dan cerita yang menarik untuk ditonton.

Peran tokoh pembantu seperti Andre Taulany, Tarzan, dan TJ Ruth semakin menambah warna dalam film ini. Namun, cukup disayangkan karena dialog pada film ini mengambil bahasa-bahasa kekinian. Dirasa kurang pas dengan latar waktu yang diambil dalam cerita film. Meski demikian, film Kang Mak from Pee Mak tetap bisa dinikmati dengan balutan komedi-horornya. 

 

Penulis: Dina Fitriana

Editor: Alifatul Qaidah

Tags: #LPMAl-Mizankang mak form pee makResensi film
Dina Fitriana

Dina Fitriana

Related Posts

Membuka Entrok Karya Okky Madasari

Membuka Entrok Karya Okky Madasari

19 September 2026
“Ya Namanya Juga Mahasiswa”: Ketika Begadang dan Stres Dinormalisasi

“Ya Namanya Juga Mahasiswa”: Ketika Begadang dan Stres Dinormalisasi

15 September 2026
Ketika Kamu Terus Dibuat Merasa Bersalah

Ketika Kamu Terus Dibuat Merasa Bersalah

7 September 2026
Resensi Film Ghost in the Cell, Ketika Napi Beringas Berlomba Jadi Orang Baik demi Bertahan Hidup

Resensi Film Ghost in the Cell, Ketika Napi Beringas Berlomba Jadi Orang Baik demi Bertahan Hidup

5 September 2026
Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

24 Agustus 2026
Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

23 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In