• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Zeline Queensha, Ikon Putri Kebaya Cilik Indonesia 2026–2027 dari Pekalongan

Ainun Naimah by Ainun Naimah
27 Oktober 2026
in Berita, Regional
0
Zeline Queensha, Ikon Putri Kebaya Cilik Indonesia 2026–2027 dari Pekalongan

Foto: Dokuentasi pribadi Ibu Zeline

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – PEKALONGAN — Upaya mengenalkan kebaya kepada generasi muda menjadi salah satu fokus Zeline Queensha Az Zahra, bocah berusia 6 tahun asal Pekalongan yang terpilih sebagai Ikon Putri Kebaya Cilik Indonesia periode 2026–2027. Sebelum meraih gelar nasional tersebut, siswi Al Azhar Pekalongan itu lebih dahulu dinobatkan sebagai Winner Puteri Kebaya Cilik Jawa Tengah 2026.

Pada ajang tingkat nasional, Zeline juga memperoleh predikat Favourite. Gelar tersebut menjadi bagian dari perjalanannya dalam mengenalkan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia kepada anak-anak seusianya. Selama satu tahun masa jabatan, ia dijadwalkan menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan seni, budaya, dan kepedulian sosial.

Pengalaman menerima penghargaan tersebut meninggalkan kesan tersendiri bagi Zeline. Ia mengaku tidak menyangka ketika namanya diumumkan sebagai pemenang dan mahkota disematkan di kepalanya.

“Pas mahkotanya dipakai, Zeline kaget, merinding, dan senang, dan bahagia banget,” kata Zeline saat diwawancarai.

Bagi Zeline, kebaya tidak hanya menjadi busana yang dikenakan ketika tampil di acara tertentu. Ia juga memiliki ketertarikan terhadap desain kebaya yang sederhana, tetapi tetap terlihat elegan. Salah satu model yang disukainya adalah kebaya berwarna emas karena menurutnya terlihat lucu, anggun, dan cantik.

“Kalau lagi pakai kebaya, rasanya cantik, anggun, seperti Putri Jawa Tengah,” ujarnya.

ArtikelTerkait

Mengapa Menfess Kampus Lebih Didengar Ketimbang Ormawa Dan Birokrasi?

Cahaya Sendiri Meraung Gelap

LPM Al-Mizan Gelar Diklat Jurnalistik Dasar sebagai Tahap Awal Pengkaderan

Untuk menjalankan perannya sebagai ikon kebaya cilik, Zeline memiliki program advokasi bernama KebayaKidsCorner. Program tersebut dikembangkan melalui tiga pilar utama, yaitu berbicara, bergerak, dan berbagi rasa bersama sesama.

Pilar berbicara diwujudkan dengan memperkenalkan kebaya melalui podcast dan wawancara bersama sejumlah tokoh. Sementara itu, pilar bergerak mengajak anak-anak mengenal kebaya melalui berbagai aktivitas seni, seperti musik, menyanyi, dan peragaan busana. Zeline juga terlibat dalam kegiatan seni dan budaya, termasuk Pekan Batik serta sejumlah acara lainnya di Pekalongan.

Adapun pilar berbagi diwujudkan melalui kegiatan sosial untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab Zeline selama menjalankan tugasnya sebagai Ikon Putri Kebaya Cilik Indonesia hingga 2027.

Di luar aktivitas kebudayaan, Zeline juga menekuni sejumlah bidang seni. Ia menyukai piano, menyanyi, bermain drum, serta modeling. Berbagai minat tersebut terus dikembangkan melalui latihan rutin dan kesempatan tampil dalam beragam acara.

Padatnya kegiatan membuat Zeline perlu membagi waktu antara sekolah, latihan, dan agenda yang berkaitan dengan gelarnya. Mama Zeline, Dewi Susilowati, mengatakan bahwa keluarga berupaya mendukung minat putrinya tanpa mengabaikan pendidikan formal.

“Intinya kalau saya sebagai orang tua mendukung apa yang dia mau karena dia pengin menjadi dokter, sekaligus sebagai model dan pemain musik, tapi tidak boleh meninggalkan sekolah,” ungkapnya.

Selain tertarik pada dunia modeling dan musik, Zeline memiliki cita-cita menjadi dokter spesialis kulit. Keinginan tersebut berjalan beriringan dengan minatnya di bidang seni dan kebudayaan.

“Aku cita-citanya mau jadi dokter spesialis kulit, sekaligus model dan juga bisa main musik,” kata Zeline.

Untuk mendukung berbagai aktivitas putrinya, keluarga membentuk tim yang membantu persiapan penampilan, mulai dari pendampingan, tata rias, fotografi, hingga kebutuhan kostum. Dukungan tersebut diperlukan terutama ketika Zeline harus menghadiri kegiatan di luar kota saat sang mama sedang bekerja.

Meski aktif mengikuti berbagai kegiatan, keluarga tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Dewi mengatakan bahwa prestasi akademik Zeline tetap diperhatikan di tengah kesibukannya mengembangkan kemampuan di bidang seni dan budaya.

“Kalau akademik, kebetulan Zeline juga nilainya kemarin bagus-bagus semua. Jadi tetap prestasi apa pun, akademik adalah utama,” tuturnya.

Menurut Dewi, Zeline tetap memiliki jadwal belajar dan mengerjakan tugas sekolah meskipun harus menjalani berbagai aktivitas di luar kelas. Keluarga juga berupaya membatasi penggunaan telepon genggam pada hari sekolah agar waktu Zeline dapat dimanfaatkan untuk belajar, berlatih, dan bermain sesuai usianya.

Dalam mendampingi perkembangan putrinya, Dewi memilih memberikan ruang bagi Zeline untuk menentukan minat dan cita-citanya sendiri. Ia menilai dukungan orang tua perlu diberikan tanpa menjadikan prestasi sebagai tuntutan yang membebani anak.

“Kalau saya sebagai orang tua, apa yang anak mau, dia hobi, tidak memaksakan, kita support. Jadi bunda-bunda semua di luar sana, kita harus men-support anak-anak dengan hobinya, jangan pernah memaksakan anak kita menjadi apa yang kita inginkan,” pesannya.

Sebagai Ikon Putri Kebaya Cilik Indonesia, Zeline berharap teman-teman seusianya berani tampil di depan umum sekaligus ikut menjaga kelestarian budaya bangsa. Ia mengajak anak-anak untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan diri dan mengenal kebaya sejak dini.

“Teman-teman jangan takut di panggung, maju, jangan takut berbicara di depan orang-orang. Yuk, lestarikan kebaya sejak dini. Kita muda, kita bangga berkebaya,” pesan Zeline.

Melalui gelar yang diraihnya dan kegiatan KebayaKidsCorner, Zeline memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kebaya kepada lebih banyak anak. Perjalanannya sebagai ikon kebaya cilik juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap busana tradisional Indonesia, dengan tetap mengembangkan bakat dan menjalani pendidikan.

 

Penulis: Ainun Naimah

Editor: Sausan Zahra

Tags: #beritaregional#LPM Al Mizan#putrikebayacilik#UINGusdur
Ainun Naimah

Ainun Naimah

Related Posts

Warga Tuntut PTDH Guru Imbas Dugaan Asusila di Sekolah

Warga Tuntut PTDH Guru Imbas Dugaan Asusila di Sekolah

15 September 2026
UIN Gusdur Pekalongan vs UIN Bandung, Wisnu Aditya Pratama Sukses Sabet Medali Emas

UIN Gusdur Pekalongan vs UIN Bandung, Wisnu Aditya Pratama Sukses Sabet Medali Emas

13 September 2026
Rekrutmen Volunteer PORSI JAWARA II Dilakukan lewat Jalur Internal

Rekrutmen Volunteer PORSI JAWARA II Dilakukan lewat Jalur Internal

13 September 2026
Peserta Bola Voli Putri PORSI JAWARA II, Keluhkan Kondisi Lapangan Pertandingan

Peserta Bola Voli Putri PORSI JAWARA II, Keluhkan Kondisi Lapangan Pertandingan

11 September 2026
Rektor UIN Gusdur Tak Targetkan Juara Umum, Ketua Kontingen Optimis Lima Besar

Rektor UIN Gusdur Tak Targetkan Juara Umum, Ketua Kontingen Optimis Lima Besar

10 September 2026
27 Cabang Lomba dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (PORSI JAWARA) II Resmi Dibuka

27 Cabang Lomba dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (PORSI JAWARA) II Resmi Dibuka

10 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In