lpmalmizan – Wisnu Aditya Pratama, peserta bulu tangkis tunggal putra UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) Pekalongan, berhasil meraih medali emas pada ajang Porsi Jawara II 2026 setelah mengalahkan peserta UIN Bandung pada babak final yang berlangsung di UIN Gus Dur Pekalongan, Sabtu (12/9).
Kemenangan tersebut menjadi hasil dari persiapan yang dilakukan Wisnu selama dua bulan terakhir. Persiapan itu meliputi latihan fisik dan penguatan otot sebagai bagian dari persiapan menghadapi pertandingan.
“Kalau untuk persiapan sudah jauh-jauh hari, dari dua bulan terakhir, mulai dari latihan fisik dan latihan otot,” ujar Wisnu.
Meski berhasil menjadi juara, Wisnu mengaku sejak awal tidak terlalu yakin dapat melaju hingga babak final. Ia menyadari dirinya bukan pemain yang diunggulkan pada nomor tunggal putra.
Namun, dukungan suporter yang hadir langsung di lokasi pertandingan mampu menambah semangat Wisnu selama bertanding. Sorakan para pendukung menjadi dorongan tersendiri bagi Wisnu untuk tampil maksimal hingga akhirnya keluar sebagai juara.
“Dari awal tidak menyangka bisa masuk ke final, karena kami bukan unggulan dari tunggal putra. Tapi adanya suporter pastinya menambah semangat dan fisiknya tambah kuat lagi, seperti ada tenaga tambahan,” ujar Wisnu.
Pertandingan final berlangsung sengit dan harus dimainkan hingga tiga babak. Kedua pemain saling bersaing ketat hingga pertandingan memasuki gim ketiga sebagai penentu kemenangan.
Pada babak ketiga, Wisnu mampu tampil lebih dominan dan memperoleh kemenangan dengan skor 21–10. Hasil tersebut memastikan Wisnu meraih medali emas pada nomor tunggal putra Porsi Jawara II 2026.
Di balik kemenangan tersebut, dukungan keluarga juga menjadi bagian dari perjalanan Wisnu. Sang ibu, Wiwin Indah Lestari, hadir langsung menyaksikan pertandingan putranya.
Wiwin mengatakan, Wisnu telah mengenal bulu tangkis sejak usia dini. Ia bahkan mulai mengikuti klub bulu tangkis sejak duduk di taman kanak-kanak.
“Dari kecil, dari dia TK sudah ikut badminton, ikut klub di Comal, dari kecil sudah latihan bolak-balik di situ,” ujar Wiwin.
Penulis: Rara Anis Sabila
Tim liputan: Rara, Ratna, Naela, Raffi, Amri
Editor: Achmad Bagas Pranata






