lpmalmizan – UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menggelar acara wisuda yang ketiga kalinya di tahun 2024. Berbeda dengan acara sebelumnya, wisuda kali ini hanya digelar selama satu hari. Jumlah wisudawan juga jauh lebih sedikit, yaitu 489 orang, dibandingkan dengan wisuda sebelumnya yang diadakan selama dua hari, yaitu sebanyak 1322 wisudawan.
Wisuda yang digelar di Gedung Student Centre UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan disambut gembira oleh para wisudawan, termasuk Bagus Budi Laksono, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Bagus banyak disorot berbagai pihak lantaran semangat dan kegigihannya dalam mengerjakan skripsi hanya menggunakan smartphone.
Bukan tanpa sebab, Bagus melakukan hal tersebut karena keterbatasannya yang tidak memiliki laptop, sedangkan untuk rental ia kira memakan biaya banyak, dan tidak ada teman yang bisa dipinjami karena masih sama-sama digunakan. Demi mengejar waktu kelulusan, ia memutuskan untuk menggunakan smartphone dalam pengerjaan skripsi agar tidak tertinggal dengan yang lain.
Dibalik kegigihannya dalam menyusun skripsi menggunakan smartphone, seringkali Ia mengalami beberapa kesulitan. Diantaranya yaitu beberapa fitur di hp yang tidak sekomplit dengan yang ada di laptop, misalnya tidak adanya menu tab di hp sehingga Ia mengunduh aplikasi unexpected keyboard, lalu layar smartphone yang kecil sehingga harus zoom in ataupun zoom out yang menyulitkan pengeditan, apalagi dengan jumlah halaman yang banyak yaitu 127 halaman.
“Aplikasi yang saya pakai itu Microsoft 365, saya gak berani pakai WPS karena hasilnya itu berbeda.” Ujarnya sewaktu diwawancarai pada (30/11).
Bagus juga mempertimbangkan penyimpanan di hp nya yang hanya memiliki ram 2gb dengan keluaran mesin tahun 2018, karena spesifikasi HP nya ini membuat aplikasi yang digunakan berjalan lambat.
Dosen pembimbing sempat dibuat terkejut dengan yang dilakukan oleh Bagus dalam menyusun skripsi nya. Namun setelah ia menjelaskan keadaannya dosen pembimbing tidak mempermasalahkan hal ini, dikarenakan juga hasil editan file yang rapih.
Hal yang memotivasi Bagus selama penyusunan skripsi adalah melihat pada mahasiswa luar negri seperti Universitas yang ada di China ataupun Jepang yang mungkin jauh lebih sulit dibanding yang dialami dirinya disini, menurut Bagus ujian disana jauh lebih sulit dan ketat.
“Disana lebih membutuhkan perjuangan bahkan sampai ada yang masuk ke RS hanya demi masuk universitas,” ujarnya.
Tak luput dengan dukungan dari keluarganya, sehingga Bagus telah dinyatakan lulus dan Strata 1 (S1). Namun, terdapat pula dukungan dari temannnya yang selalu menyemangati Bagus dari segi materi ataupun pengetahuan.
Bagus juga menyampaikan pesan motivasi kepada para mahasiswa, khususnya yang sedang menyusun skripsi, “Jangan terus stuck, tapi harus gerak buat keluar dari zona nyaman. Nulis skripsi bukan hal yang enak, seperti mengunyah obat tapi harus dilakukan. Walaupun rasanya berat, pusing, tapi itu harus dilakukan. Kalau kata pepatah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Dan jangan mengharapkan pertolongan kalau belum berusaha maksimal, sekalipun dari Allah SWT,” katanya.
Penulis: Ainun, Riska
Editor: Alifatul Qaidah
Tim liputan: Ainun Naimah, Riska Yuliyanti, Fitriana, Ananda Eka






