lpmalmizan – Ribuan mahasiswa baru (maba) UIN Gusdur Pekalongan ikuti kegiatan pelatihan menulis opini pada Sabtu, (17/8). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara sebelum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang digelar di Gedung Student Centre UIN Gusdur Pekalongan.
Pelatihan menulis opini digagas oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Al-Mizan ini, digelar guna menjadi bekal bagi maba untuk menghasilkan karya tulis berupa opini sebagai salah satu resitasi dalam PBAK. Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Kuswandi yang merupakan wartawan dari media Suara Merdeka Pekalongan.
Kuswandi menjelaskan jika opini merupakan bentuk karya tulis berupa pendapat penulis tentang isu-isu yang ada.
“Opini itu sebagai bentuk pendapat kita tentang isu-isu yang muncul,” jelas Kuswandi.

Kuswandi juga menyampaikan, dalam menulis opini, ada beberapa tahap yang bisa dilakukan. Dimulai dari menentukan isu atau tema, mencari data dan materi yang berkaitan dengan tema, komparasi antara isu dengan teori, dan memberikan kesimpulan atau rekomendasi terhadap fenomena-fenomena sosial.
Setelah kegiatan tersebut, maba ditugaskan untuk menulis opini terkait dengan resolusi apa yang ingin diwujudkan dalam hal moderasi beragama. Tema besar dalam menulis opini kali ini adalah “Inovasi Kreatifitas Penulisan Opini Populer untuk Meningkatkan Personal Branding Gerakan Gus Dur Muda di Era New Media”.
Selain maba, seluruh mahasiswa yang telah mendapatkan mata kuliah moderasi beragama, serta segenap dosen UIN Gusdur Pekalongan juga berpartisipasi dalam menulis opini ini. Nantinya, semua karya opini yang telah terkumpul, akan dibukukan dan diajukan Rekor MURI, Jika terwujud UIN Gusdur akan menjadi kampus pelopor penulisan opini “Resolusi moderasi beragama yang pertama di Indonesia”.
Penulis: Dina Fitriana
Tim Liputan: Dewi L, Dina
Editor: Redaksi Al-Mizan






