• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Resensi Film Lara Ati : Realita Tak Seindah Ekspektasi

fathiya setyawidi by fathiya setyawidi
11 Februari 2023
in Analisis, Review
0
Resensi Film Lara Ati : Realita Tak Seindah Ekspektasi
Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul Film: Lara Ati

Sutradara: Bayu Skak

Produser: Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson

Penulis naskah: Bayu Skak, Anissa Pandan Sari dan Nona Ica

Produksi: BASE Entertainment, SK Global, Surya Citra Media, Trinity Optima Production dan Skak Studios

Pemain: Bayu Skak, Tatjana Saphira, Keisya Levronka, Dono Pradana, Sahila Hisyam, Ciccio Manassero, Benidictus Siregar dan Indra Pramujito

ArtikelTerkait

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Syafaat Bubur Suro 2026, Kolaborasi Budaya Krapyak dan Ekonomi Syariah

Dorong Penghijauan Kampus di UIN Gus Dur, Menteri Agama Berikan Pembinaan Ekoteologi

Genre: Drama, Romantis dan Komedi

Jadwal Tayang : 15 September 2022

Durasi : 116 Menit

Peresensi : Fathiya Rahma Setyawidi

Film Lara Ati merupakan film yang tayang di bioskopĀ  memakai bahasa khas Nusantara yaitu bahasa Jawa dengan logat khas Surabaya. Pada film Lara Ati, terdapat seorang pekerja keras yang bernama Joko. Ia merasakan bahwa hidup harus terus bergerak namun tidak sesuai dengan keinginannya. Joko ditinggalkan Farah atau pasangannya, yang secara tiba-tiba sudah dilamar orang lain yaitu Hasbi. Hal ini membuatnya galau dan hidupnya mulai berantakan. Bahkan sudah berkali-kali ketika menjalin hubungan percintaan dirinya selalu gagal.

Selain gagal dalam percintaan, Joko juga mendapat tekanan dari orang tuanya soal pekerjaan. Ia ingin menjadi designer karena memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Tetapi orang tuanya ingin Joko memiliki pekerjaan yang tergolong orang-orang berdasi. Serangkaian masalah pun menghampirinya, sampai akhirnya Joko bertemu dengan sosok wanita bernama Ayu, yang ternyata merupakan teman masa kecilnya. Ayu ini memiliki nasib percintaan yang sama dengan Joko. Hingga akhirnya mereka bertekad untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik. Terutama untuk Joko adalah agar bisa mendapatkan Farah kembali.

Film ini mengisahkan serangkaian permasalahan hidup seseorang ketika beranjak dewasa. Dilihat dari judulnya yaitu Lara Ati yang memiliki arti Sakit Hati ini, menceritakan sisi seseorang yang banyak dituntut untuk memenuhi ekpektasi orang lain. Ada tuntutan dari orang tua, hingga tuntutan dari pasangan yang selalu dipaksakan.

Dari film ini dapat diambil pelajaran bahwa setiap orang harus mempunyai keputusan dan jangan hanya hidup dengan mengikuti tuntutan orang lain. Diri sendiri adalah tokoh utamanya, jadi apapun yang ingin dilakukan, biarlah diri sendiri yang menentukan, bukannya orang lain. Fokus dan jangan sampai kehilangan arah, apalagi sampai depresi hingga mengganggu pikiran dan menghambat semuanya. Yakin bahwa setiap ada cobaan, tentu ada hikmah yang dapat diambil. Jangan bandingkan sebuah proses dengan orang lain. Setiap orang pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangan,Ā  sehingga jangan ukur standar keberhasilan diri dengan keberhasilan orang lain. Apabila merasa kecewa dengan suatu keadaan, jangan berlarut dan ambil langkah untuk memulai hal baru. Karena pada dasarnya, beranjak dewasa mengajarkan setiap manusia bahwa realita tak seindah ekspektasi. Dengan hal tersebut, apabila mengerjakan sesuatu harus sesuai dengan keinginan supaya sesuai dengan ekspetasi dan realita yang ada.

Kemudian, konflik yang terjadi dalam film ini dapat dicerna dengan baik oleh penonton, karena dikemas dengan sederhana dan memang berisi permasalahan hidup yang ada di dunia nyata. Menariknya dari film ini yaitu, di tengah-tengah maraknya budaya luar yang masuk ke Indonesia, film iniĀ  berani hadir dengan pembawaan logat bahasa khas Jawa Timur. Lokasi yang dipilih untuk film ini ada di Jawa Timur ang menyuguhkan visual pemandangan luar ibu kota yang memiliki nuansa lebih asri. Film ini juga menyuguhkan komedi sebagai hiburan sehingga penonton pun tidak cepat bosan saat menonton.

Namun sangat disayangkan bahwa dalam film ini ada adegan yang tidak nyambung dengan subtitle-nya. Bagi penonton yang tidak paham bahasa Jawa, akan kesulitan memahami dialog dalam film tersebut, disebabkan oleh subtitle yang kurang pas pemilihan katanya.

Editor: Erna Hidayah

fathiya setyawidi

fathiya setyawidi

Related Posts

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

17 Juli 2026
Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

9 Juni 2026
Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

5 Juni 2026
Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

28 Mei 2026
The “Tumbal”: From Harvard to Prison

The “Tumbal”: From Harvard to Prison

23 Mei 2026
Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

21 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan Ā© 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan Ā© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In