lpmalmizan -Kegiatan placement test yang diikuti oleh mahasiswa penerima beasiswa KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah) angkatan 2024 pada Ahad lalu ternyata tidak terkait langsung dengan penempatan mereka di asrama kampus. Hal ini dijelaskan oleh pihak Ma’had Al-Jami’ah sebagai pihak pengelola, yang menegaskan bahwa tes tersebut hanya bertujuan untuk mengukur kemampuan awal mahasiswa dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, guna mendukung evaluasi akademik mereka di masa mendatang.
“Placement test kemarin itu dilakukan untuk mengetahui skor awal kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris mahasiswa KIP. Nantinya akan ada evaluasi lanjutan untuk mengukur peningkatan setelah mereka mengikuti pembelajaran atau post test, baik untuk yang ditempatkan di pondok maupun asrama,” terang Abdul Aziz, Kepala Ma’had Al-Jami’ah (30/11).
Adapun penempatan di asrama tidak didasarkan pada hasil placement test. “Yang menempati asrama itu adalah mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi,” tambahnya. Selain itu, kuota asrama terbatas hanya untuk 44 mahasiswa, dengan tambahan empat musyrifah (pendamping), sehingga total penghuni maksimal mencapai 48 orang.
Pihak kampus berharap mahasiswa KIP-K yang tinggal di asrama tidak hanya mendapatkan manfaat akademik, tetapi juga peningkatan kemampuan keagamaan, termasuk dalam bidang fikih, tauhid, dan akhlak. Sistem pembelajaran di asrama dirancang menyerupai pola pendidikan pesantren, meliputi pengajian kitab setiap malam dan kegiatan pembelajaran keagamaan lainnya. Selain itu, program ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki semangat belajar yang tinggi untuk masa depan yang lebih baik.
“Kami ingin mahasiswa penerima KIP-K tidak hanya mendapatkan bantuan finansial, tetapi juga mampu meningkatkan prestasi akademik dan pemahaman keagamaan, termasuk dalam akhlak dan tata bahasa,” ujar Abdul Aziz.
Penempatan penghuni asrama tahap berikutnya akan dilakukan setelah pembangunan fasilitas tambahan selesai dan diresmikan oleh pihak rektorat. Sementara itu, rencana jangka panjang kampus adalah menyediakan program khusus untuk mahasiswa berprestasi dengan fokus pada pengembangan bahasa dan persiapan pendidikan ke luar negeri.
Tim Liputan: Alifatul, Dewi Lutfiyani, Chusma
Penulis: Alifatul Qaidah






