• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Pakaian Adat Menjadi Dress Code Panitia PBAK Hari Pertama

LPM Al-Mizan by LPM Al-Mizan
4 September 2021
in Berita, Kampusiana, Regional
0
Pakaian Adat Menjadi Dress Code Panitia PBAK Hari Pertama

Pelaksanaan PBAK IAIN Pekalongan tahun 2021, terlihat dua orang dalam gambar televisi menggunakan pakaian adat. (4/9) Foto by Shello.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan.com- Pakaian adat mewarnai pembukaan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Pekalongan tahun 2021. Ada berbagai pakaian adat daerah yang dikenakan oleh panitia, dari pakaian adat Jawa yang dikenakan host, Tim Musik dengan pakaian adat Padang, Ketua DEMA-I yang berpakaian adat aceh dan panitia yang lain menggunakan kebaya dan batik. Sedangkan untuk Senat IAIN Pekalongan menggunakan Toga. Sabtu, (4/9)

Pelaksanaan kegiatan PBAK pada tahun ini berlangsung secara online, dengan jumlah peserta 2.353 mahasiswa. Dari keseleuruhan peserta, ada 20 mahasiswa baru yang dipilih sebagai perwakilan sidang Senat terbuka dalam rangka pengukuhan secara simbolis di Kampus IAIN Pekalongan (Rowolaku).

Riril Widi Handoko, Ketua DEMA-I 2021 mengatakan walaupun IAIN Pekalongan merupakan salah satu PTKIN, sudah seharusnya memiliki konsep acara yang kreatif dan inovatif sehingga tidak kalah menarik dari  UGM atau UI.  “Kita kan kampus rahmatan lil ‘alamin, pinginnya bukan hanya pakaian adat tetapi perpaduan pakaian daerah. Agak kerenlah! IAIN jangan katrok. Kita tiru UGM, UI walaupun mereka PTN kita PTKIN tapi harusnya sama. Jangan batik terus, limbahnya sudah banyak.” terangnya.

Konsep pakaian adat untuk sidang Senat terbuka dalam rangka pengukuhan mahasiswa baru di IAIN Pekalongan baru pertama kali ini. Sebelumnya hanya menggunakan jas almamater IAIN Pekalongan. Penetapan dresscode pakaian adat merupakan konsep dari panitia PBAK. Namun tidak semua panitia memakai pakaian adat, pertimbangan aktifitas yang bisa terganggu.


“Sebenarnya kami ingin semua panitia menggunakan pakaian adat, tetapi dipikir kembali akan sangat ribet, jika konsumsi wira-wiri memakai pakaian adat. Maka kami putuskan hanya yang bertugas mengisi saja yang menggunakan pakaian adat.” Kata Khafìd Amirul Ummam, Ketua Pelaksana PBAK 2021.

ArtikelTerkait

Ampera Gelar Panggung Rakyat Bentuk Kepedulian terhadap Sosial

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Penuntut Umum KPK Hadirkan 11 Saksi dalam Sidang Ketiga Pembuktian Mantan Bupati Pekalongan

Friss mahasiswa asal Papua, yang tidak mengikuti PBAK tahun kemarin sehingga ia mengikuti pada tahun ini. Baginya pakaian adat yang digunakan panitia membuat kegiatannya terkesan hidup. “Setiap daerah mempunyai adat yang berbeda-beda, jadi lebih seru. Tapi, hanya saja karena online jadi kurang rame.” Ucapnya

Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2021 mengusung tema “Mewujudkan Budaya Merdeka Belajar Bagi Mahasiswa Sebagai Duta Moderasi Beragama Menyongsong Indonesia Emas”.

Khafid menjelaskan bahwa tema tersebut diharapkan agar mahasiswa memiliki banyak sudut pandang dan toleransi dalam banyak hal. Sebagai mahasiswa PTKIN harus menjunjung moderasi beragama supaya toleransi di NKRI bisa tercapai.  “Mahasiswa harus belajar supaya luas pemikirannya, agar pandangan masyarakat tentang mahasiswa yang harus bisa semuanya, itu bisa tercapai,” imbuhnya.

Arvani sebagai Sie Acara menambahkan bahwa pengambilan tema terkait merdeka belajar dimaksudkan agar mahasiswa diberi kebebasan untuk berkreasi dan berinovasi sehingga dapat berkembang dilingkungan yang lebih luas.

Penampilan tari tradisional Kidung Wahyu Kolosebo dari mahasiswa PGMI dan persembahan lagu Ya Maulana dari UKM Elfata membuka membuka PBAK dihari pertama. Selain itu, Pembukaan PBAK dilakukan secara simbolik dengan pemukulan gong oleh Rektor IAIN Pekalongan.

“Harapan kepada mahasiswa baru untuk bisa belajar secara keras dan cerdas, sehingga bisa menjadi mahasiswa yang kreatif, inovatif, produktif, dan berkarakter. Menjadi mahasiswa yang cerdas bisa membantu untuk menyongsong era industri 4.0 yang dibutuhkan adalah orang yang ulet, kreatif dan inovatif,” tutur Zaenal Mustakim, selaku Rektor IAIN Pekalongan. Beliau juga berpesan agar mahasiswa memiliki semangat baru untuk menempuh dan mengayuh agar mencapai keberhasilan dimasa depan.

Reporter: Nurul Fatehah, Choirun Nisrina

Penulis: Nurul Fatehah, Choirun Nisrina

Editor: Daniel Alif

LPM Al-Mizan

LPM Al-Mizan

Related Posts

Ampera Gelar Panggung Rakyat Bentuk Kepedulian terhadap Sosial

Ampera Gelar Panggung Rakyat Bentuk Kepedulian terhadap Sosial

30 Agustus 2026
Penuntut Umum KPK Hadirkan 11 Saksi dalam Sidang Ketiga Pembuktian Mantan Bupati Pekalongan

Penuntut Umum KPK Hadirkan 11 Saksi dalam Sidang Ketiga Pembuktian Mantan Bupati Pekalongan

24 Agustus 2026
Yenny Wahid Bagikan 3 Nilai Utama dan 5 Aksi Nyata di Hadapan Mahasiswa Baru UIN Gusdur Pekalongan

Yenny Wahid Bagikan 3 Nilai Utama dan 5 Aksi Nyata di Hadapan Mahasiswa Baru UIN Gusdur Pekalongan

20 Agustus 2026
PBAK UIN Gus Dur Digelar Empat Hari, Maba 2026 tak Dipungut Biaya Tambahan

PBAK UIN Gus Dur Digelar Empat Hari, Maba 2026 tak Dipungut Biaya Tambahan

24 Agustus 2026
Meriahkan HUT RI, Mahasiswa Baru UIN Gusdur Donasikan Buku sebagai Bentuk Kepedulian Literasi

Meriahkan HUT RI, Mahasiswa Baru UIN Gusdur Donasikan Buku sebagai Bentuk Kepedulian Literasi

20 Agustus 2026
Sembilan Saksi Suarakan Intervensi Proyek Outsourcing dan Iuran Tematik Ulang Tahun Bupati dalam Sidang Kedua Fadia Arafiq

Sembilan Saksi Suarakan Intervensi Proyek Outsourcing dan Iuran Tematik Ulang Tahun Bupati dalam Sidang Kedua Fadia Arafiq

15 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In