• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Misteri Pohon Delima dan Proses Pencarian Cinta Pertama

Redaksi Al-Mizan by Redaksi Al-Mizan
12 April 2019
in Review
0
Misteri Pohon Delima dan Proses Pencarian Cinta Pertama
Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul Buku : Sirkus Pohon
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Terbit : Agustus 2017
Tebal : 383 halaman
ISBN : 978-602-291-409-9

Di era industri 4.0 dan gembar-gembor zaman millenial yang segalanya telah dianggap modern, maju, futuristis, bak mencapai negeri doraemon ini ternyata masih menyimpan lipatan lain yang tak banyak orang tau. Ada sebuah keluputan bahwa sebagian masyarakat lain masih terbilang konservatif dan percaya akan hal-hal lain yang sejujurnya sangat tidak empiris apalagi saintifik. Persis seperti yang terjadi di Desa Ketumbi, di pekarangan rumah Sobri yang ditumbuhi oleh Pohon Delima –yang kata orang membawa keberuntungan- itu.

Sebut saja Syahabudin, bujang lapuk pol yang berhasil mendapat istri guru honorer nan bohai sehabis memeluk pohon delima sebanyak sebelas kali. Atau Jamaludin, yang berhasil menjadi juara satu pemilihan Bujang Belantik sehabis memajang fotonya di dahan pohon delima padahal mukanya biasa saja dan sangat goblok. Atau banyak juga orang-orang yang mendapatkan pasangan setelah memeluk pohon delima itu. Namun satu hal yang pasti, bahwa dari pohon delima juga lah Dinda, calon istri dari Sobri tiba-tiba kehilangan sipu malu-malunya, kehilangan bicaranya, dan kehilangan aura hidupnya.

“Musibah yang dialami Dinda bersangkut paut dengan delima dan Dinda akan celaka jika gerhana matahari tiba.” (hlm 128)

Disisi lain, ada dua pemuda pemudi bernama Tara-Tegar. Mereka bertemu di taman bermain pengadilan agama sewaktu menemani ibu mereka untuk sidang cerai. Di perosotan itu, Tara yang tengah mengantri untuk mencoba perosotan selalu diserobot oleh anak laki-laki, dan di sana, sosok Tegar muncul. Dia membentangkan tangannya –untuk melindungi Tara dari serobotan lagi- sembari berkata, “Jangan takut, aku menjagamu!” sejak itu Tara jatuh cinta untuk pertama kalinya pada Tegar yang ia sebut sebagai ‘si pembela’ dan Tegar pun sama, jatuh cinta untuk pertama kalinya pada sosok bernama Tara yang ia sebut sebagai ‘layang-layang’.

ArtikelTerkait

Siaran Pers: Hentikan Kekerasan Terhadap Jurnalis Mahasiswa, Berikan Perlindungan Memadai! Forum Persma se-DIY dan AJI Yogyakarta. Rabu, 3/9

Ampera Gelar Panggung Rakyat Bentuk Kepedulian terhadap Sosial

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Sampai pada dimana keduanya saling mencari hingga masing-masing lulus sekolah, Tara yang mati-matian belajar melukis hingga mahir dan ia melukis ‘si pembela’ sampai pada lukisan ke-96 namun tak jua temukan. Lain lagi Tegar yang berusaha menjadi pengibar bendera tujuh belas agustusan agar ‘layang-layang’ bisa melihat dia namun lagi-lagi hanya fana. Kemudian tanpa disangka, mereka bertemu di bengkel Masa Depan milik Tegar dalam keadaan sepeda Tara yang habis terjun bebas dari parit dan keadaan gadis itu yang kacau balau. Tegar mendandani sepeda Tara tanpa tau bahwa gadis itu lah ‘layang-layang’ yang selama ini dia rindukan begitu banyak. Cinta pertama dia.

“… Wajah anak perempuan yang dahulu dilihatnya di taman bermain pengadilan agama tercetak samar di langit kamarnya. Wajah itulah yang terakhir dilihatnya sebelum tidur dan pertama dilihatnya setelah bangun. Wajah yang selalu meletupkan semangatnya untuk menghadapi hari-hari jungkir balik ….” (hlm 68).

Selain kisah Sobri, Dinda dan pohon delima ataupun kisah Tara dan Tegar di taman bermain pengadilan agama, masih banyak tokoh lain yang ikut meramaikan. Sebut saja Taripol, sahabat dari Sobri yang dikenal sebagai tukang tipu, tukang curi. Atau Ibu Bos, pemilik sirkus keliling yang juga merupakan ibu Tara. Atau Gastori yang tergila-gila untuk jadi kepala desa. Atau Azizah, adik Sobri yang senang sekali marah-marah, dan sederet tokoh lain.

Sama seperti buku Andrea Hirata yang sudah-sudah, di Sirkus Pohon ini Pak Cik menggunakan Bahasa Melayu berbaur norma-norma khas orang pedalaman dan dilengkapi diksi yang menggelitik hingga sukses membuat pembaca terpana. Namun ending cerita ini sedikit mengambang alias nggantung. Tegar yang belum tau ‘layang-layang’ dan penyakit Dinda yang tidak diketahui siapa dan apa penyebabnya.

Redaksi Al-Mizan

Redaksi Al-Mizan

Related Posts

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

24 Agustus 2026
Resensi Film Tiba-Tiba Setan, Ketika Perburuan Harta Karun Berujung Teror Sungguhan

Resensi Film Tiba-Tiba Setan, Ketika Perburuan Harta Karun Berujung Teror Sungguhan

14 Agustus 2026
Menemukan Diri di Setiap Langkah: Menelusuri Makna Perjalanan dalam Arah Langkah

Menemukan Diri di Setiap Langkah: Menelusuri Makna Perjalanan dalam Arah Langkah

12 Agustus 2026
Menepis Stigma, Merajut Kesetaraan: Resensi Buku Menjadi Feminis Muslim

Menepis Stigma, Merajut Kesetaraan: Resensi Buku Menjadi Feminis Muslim

21 Juli 2026
Film Civil War: Membaca Realitas Pahit dari Lensa Jurnalis

Film Civil War: Membaca Realitas Pahit dari Lensa Jurnalis

18 Maret 2026
Resensi Film Love You to Debt

Resensi Film Love You to Debt

14 Februari 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In