• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Mahasiswa Harus Mulai Budaya Membaca

Amin Nur Alfa Izin by Amin Nur Alfa Izin
30 Mei 2024
in Analisis, Opini
0
Pict by: Ibnu

Pict by: Ibnu

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

“Buku adalah jendela dunia” kata yang semestinya sudah diketahui semua orang. Kenapa buku adalah jendela dunia? karena dengan buku kita bisa melihat segalanya. Berbagai hal dapat kita ketahui mulai dari tempat, tokoh atupun peristiwa tanpa harus menyaksikannya secara langsung. Dari buku kita bisa tahu Thomas Alva Edison adalah pencipta bola lampu. Dari buku pula kita bisa tahu pada tanggal 6 Agustus 1945 Kota Hiroshima dijatuhi bom oleh Amerika Serikat.

Tapi apakah kita bisa melihat keluar jika jendela tersebut tidak dibuka? Tentu saja tidak. Kita harus membukanya, kita harus membuka buku dan membaca. Makna dari “buku adalah jendela dunia” tidak akan terealisasi jika buku itu hanya disusun rapi di rak atau hanya ditaruh di atas meja sebagai pajangan. Dari membaca buku kita bisa mengetahui banyak ilmu pengetahuan baru, banyak wawasan baru.

Membaca juga bisa melatih daya ingat dan kerja otak kita.  Kalau misalnya tubuh kita perlu olahraga supaya tetap sehat. Maka membaca bisa kita sebut sebagai olahraga untuk otak. Membaca bisa membuat pikiran kita sehat dan berkembang. Seperti halnya pedang yang perlu diasah supaya tajam, otak kita perlu membaca. Membaca akan membawa otak kita untuk berdialog yang membuat kerja otak semakin tajam sehingga bisa mengeluarkan gagasan yang kritis. Kalau otak kita tidak pernah diisi dengan membaca bisa jadi otak kita akan tumpul.

Kendati demikian pentingnya membaca tetapi masyarakat kita masih terbilang jauh dari budaya membaca. Dari data UNESCO minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen yang berarti dari seribu orang hanya satu orang yang minat atau rajin membaca. Dari satu orang yang rajin membaca tersebut mungkin tidak semuanya bisa memahami dari apa yang mereka baca.

Dalam lingkungan kita sekarang ini membaca masih tergolong hal aneh. Di ruang publik orang-orang kebanyakan bahkan hampir semua, sibuk dengan ponselnya, entah bermain game atupun media sosial. Jika ada satu-dua orang yang membaca malah akan mendapat reaksi yang kurang baik. Seperti dianggap sok rajin, sok pintar ataupun kutu buku. Stigma inilah yang mungkin menjadikan kurangnya minat baca di Indonesia.

Di samping masyarakat Indonesia secara umum, kurangnya minat baca juga masih terjadi di kaum pelajar, khususnya mahasiswa. Di sekitar kita masih cukup banyak mahasiswa yang enggan membaca. Bahkan menganggap remeh membaca. Padahal seharusnya mahasiswa menjadi orang pertama yang prihatin terkait minat baca di Indonesia.

ArtikelTerkait

Forum Group Discussion DEMA UIN Gus Dur: Mahasiswa Kehilangan Minat Berorganisasi?

Kampus: Gudang Ilmu atau Pabrik Ijazah? Sebuah Refleksi Kritis

Rencana Kampus Hijau UIN Gusdur : Mahasiswa Wajib Tanam Pohon sebagai Syarat Skripsi

Mahasiswa yang sering dianggap sebagai orang yang berpikiran kritis semestinya membaca sudah menjadi makanan sehari-hari. Tanpa membaca mahasiswa akan kurang dalam penguasaan bidang ilmu pengetahuan, menurunnya kemampuan berfikir, berkarya serta kurangnya ide-ide dan pendapat mereka dalam berargumentasi.

Mahasiswa juga pasti dihadapkan dengan tugas karya tulis ilmiah yang dalam mengerjakannya dibutuhkan kemampuan menulis. Membaca dan menulis adalah dua hal yang sangat berhubungan. Semakin banyak kita membaca makin bagus pula tulisan kita. Banyak bahan bacaan kita banyak pula referensi yang bisa kita gunakan sehingga tulisan kita akan semakin berbobot.

Dengan membaca juga kita bisa mempunyai perbendaharaan kata yang banyak, gramatikal yang tepat dan membuat gagasan yang baik. Kita akan bisa merangkai kata, kalimat dan paragraf yang seusai sehingga tulisan menjadi lebih bagus dan enak dibaca.

Dari banyaknya manfaat membaca seharusnya mahasiswa dan masyarakat secara umum sudah mulai budaya membaca. Untuk menambah minat baca di Indonesia harus dimulai dari diri kita sendiri. Sudah saatnya kita mengambil buku dan membacanya. Bukalah jendela kita, buka buku kita dan mulai membaca untuk melihat dunia.

Penulis: Amin Nur Alfa Izin

Editor: Alifatul Qaidah

Tags: #BuletinSastraGIE #LPMAl-Mizan #EdisiAgustus2023bukujendela duniamahasiswamanfaat membacamembaca
Amin Nur Alfa Izin

Amin Nur Alfa Izin

Manusia hijau yang tidak sebesar hulk

Related Posts

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

28 Mei 2026
The “Tumbal”: From Harvard to Prison

The “Tumbal”: From Harvard to Prison

23 Mei 2026
Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

Putusan MK: Jakarta Masih Ibu Kota, Tanda Pemerintah Belum Siap Sepenuhnya

21 Mei 2026
Mengurai Kontras antara People Pleasing dan Self Love

Mengurai Kontras antara People Pleasing dan Self Love

21 Mei 2026
Prabowo Soal Rupiah Melemah: Warga Desa Tidak Menggunakan Dollar

Prabowo Soal Rupiah Melemah: Warga Desa Tidak Menggunakan Dollar

20 Mei 2026
OSD HMT-ITB Menyanyikan Lagu Erika Memicu Kemarahan Publik

OSD HMT-ITB Menyanyikan Lagu Erika Memicu Kemarahan Publik

12 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In