lpmalmizan – Dalam pembukaan acara Pengukuhan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan tahun 2025 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Jumat (24/1), Rektor UIN Gusdur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, mengumumkan rencana kebijakan baru yaitu menjadikan kampus lebih hijau. Dengan mewajibkan mahasiswa menanam pohon di area kampus sebagai syarat ujian skripsi.
“Mulai tahun ajaran 2025/2026, mahasiswa diwajibkan menanam pohon hingga tumbuh minimal dua meter. Ini adalah sebagai bentuk nyata kita ikut merawat bumi,” ungkapnya saat pembukaan acara di aula Gedung Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah.
Beliau juga menambahkan agar setiap kelompok mahasiswa untuk bertanggung jawab merawat pohon, termasuk menyiramnya pada musim kemarau. Pohon tersebut juga harus diberi nama sesuai anggota kelompoknya.
Tidak seperti kebijakan sebelumnya yang hanya mengharuskan mahasiswa untuk membawa bibit, akhirnya karena kurang perawatan dan perhatian banyak tanaman yang mati. Jika pohon yang ditanam mati atau tidak mencapai tinggi dua meter, mahasiswa yang ingin melanjutkan ke ujian skripsi diwajibkan membeli pohon baru dengan tinggi minimal dua meter.
Meski baru sebatas rencana, kebijakan ini mendapat berbagai tanggapan. Komandan Resimen Mahasiswa periode 2025, M. Sabihul Huda menilai rencana ini positif.
“Menurut saya itu sangat bagus karena bisa mendisplinkan seseorang,” komentarnya.
Namun, beberapa mahasiswa menganggap ide tersebut malah bisa menjadi beban bagi mahasiswa
“untuk tinggi dua meter juga kan keberatan bawanya dari kost atau rumah apalagi mahasiswa dari luar jawa kasihan juga itu karena pastinya tidak bawa motor” ujar mahasiswa, salah satu perwakilan dari ormawa.
Rencana ini masih dalam tahap perencanaan dan belum menjadi peraturan resmi. Pihak kampus berharap kebijakan ini dapat membantu menambah jumlah pohon di area kampus baru yang masih kekurangan pohon dan membangun kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.
Penulis: Ainun dan Yunita
Editor: Atika
Tim Liputan: Ainun dan Yunita






