• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Kota Itu Masih Mengingat Mu

Ibnu Salim by Ibnu Salim
27 Juli 2025
in Puisi, Sastra
0
Kota Itu Masih Mengingat Mu
Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – Aku menjejak di kota yang pernah kita kunjungi,
udara masih sama, senja masih jatuh di tempat yang dulu kita tatap bersama.
Tapi kali ini, tak ada tawa kecilmu yang memecah sepi,
hanya suara hatiku yang bergema di dinding-dinding ingatan.

Aku selalu mengusahakan temu,
menyeberang waktu, melompati lelah,
demi melihat matamu yang pernah menjadi rumah.
Dan ketika akhirnya kita bersua,
aku kira itu awal dari segalanya.
Ternyata hanya perhentian sementara,
untuk kau belajar kembali meninggalkan.

Kau bilang, kau masih trauma,
masih ada luka yang belum pulih.
Tapi aku melihatmu tersenyum pada dunia,
dan aku bertanya,
mengapa hanya padaku kau tutup pintu itu?

Aku tidak marah.
Aku hanya diam-dalam rindu yang tak bisa kau balas.
Aku hanya diam-di hadapan kenangan yang hanya hidup di pihakku.

Jika kau lupa pertemuan itu,
biarlah aku yang mengingat untuk kita berdua.
Karena bagi hatiku, kau pernah ada.
Dan itu cukup, meski hanya sesaat.

 

ArtikelTerkait

Puluhan Umat Buddha Khidmat Rayakan Tri-Suci Waisak di Vihara Bodhi Dharma

Tradisi Pengantin Tebu dan Pengantin Glepung Meriahkan Selamatan Giling PG Sragi

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Penulis: Ibnu Salim

Editor: Atika Puspita.

Tags: #LPM Al Mizan#UINGusdurkaryasastramahasiswasastra puisi
Ibnu Salim

Ibnu Salim

Related Posts

Tak Sama Tanpamu

Tak Sama Tanpamu

28 April 2026
Rendang

Rendang

11 April 2026
Bengawan Solo

Bengawan Solo

15 Januari 2026
Dia Yang Datang Bukan Untukku

Dia Yang Datang Bukan Untukku

5 Januari 2026
Pergolakan Emosi

Pergolakan Emosi

5 Januari 2026
Di Punggung Sunyi Hutan

Di Punggung Sunyi Hutan

4 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In