lpmalmizan – Dalam rangka mengenang 80 tahun peristiwa pertempuran 3 Oktober 1945, Kota Pekalongan kembali menghadirkan pertunjukan drama teatrikal di Halaman Monumen Juang, Kota Pekalongan pada Jumat, (03/10/2025).
Drama teatrikal ini dipersembahkan oleh 120 pemain teater dari Sanggar Omah Budaya, dengan mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme dan Cinta tanah air.” Dilansir dari rkb.pekalongankota.ac.id, Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Badan Kesbangpol setempat Nur Slamet menyampaikan, tema tersebut dipilih karena rasa nasionalisme dan cinta tanah air dinilai mulai mengalami penurunan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Founder Omah Budaya, Sidiq Annaja mengungkapkan, persiapan pertunjukan dilakukan sebanyak 3 kali. Menampilkan suasana perang, pertunjukan ini didominasi oleh ledakan-ledakan yang cukup keras. Namun sebagaimana yang diungkapkan Sidiq, pertunjukan ini sudah mempertimbangkan aspek keamanan.
“Kalau peluru kita bekerja sama dengan Brimob. Kita sudah latihan, sudah antisipasi,” ujarnya.
Ribuan masyarakat antusias memadati area Monumen Juang demi menyaksikan pertunjukan ini. Banyaknya penonton yang hadir membuat beberapa dari mereka kesulitan menyaksikan pertunjukan dari jarak dekat. Sebagaimana yang dirasakan Nadira, ia berharap panitia bisa menyediakan panggung untuk penampilan agar masyarakat bisa menyaksikannya dengan jelas.
Turut hadir dalam acara ini Wali Kota Pekalongan, Ahmad Adzan Arslan Djunaid. Ia berharap pertunjukan ini bisa memupuk kesadaran historis masyarakat Kota Pekalongan.
“Kita saksikan sendiri warga sangat antusias untuk menyaksikan momen upacara yang sangat sakral ini dari orang tua, dari anak-anak, nah ini mudah-mudahan warga terus kita pupuk supaya tidak melupakan sejarah yang sangat luar biasa ini,” jelasnya.
Penulis: Ika Amiliya Nurhidayah
Editor: Atika Puspita Rini.






