• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Indonesia Tanpa Pancasila, Bagai Kacang Tanpa Kulitnya

LPM Al-Mizan by LPM Al-Mizan
21 Desember 2021
in Esai
0
Indonesia Tanpa Pancasila, Bagai Kacang Tanpa Kulitnya

FOTO: id.aliexpress.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Negeri yang indah, nyaman, dan damai. Ketiga hal itu mungkin menjadi impian terbesar bagi seluruh orang di dunia ini pastinya. Tak kalah juga dengan Indonesia, negeri dengan berbagai macam keindahan alamnya, keramah tamahan rakyatnya, dan kebebasan yang dimilikinya. Bisa dibilang Indonesia sudah memiliki tiga hal ideal tersebut, namun agaknya akhir-akhir ini Indonesia yang disebut sebagai tanah surga mengalami berbagai cobaan terkait ke-tiga hal di atas.

Kenapa demikian? Entahlah apa penyebabnya. Hanya karena kejahilan orang yang tak bertanggung jawab berimbas kepada kesatuan negeri ini. Contoh saja permasalahan penistaan agama yang terjadi di ibu kota sana. Membuat perpecahan yang mengatas namakan agama, kini membuat Indonesia mulai mengalami ketegangan yang berkelanjutan, dan ditambah dengan isu-isu radikalisme yang terjadi di kalangan pemuda saat ini. Hal yang demikian seharusnya tidak lah terjadi, karena sudah sangat jelas dalam dasar negara kita butir pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengartikan sebuah toleransi yang kuat dengan menjalankan kebebasan beragamanya masing-masing.

Apa kita sudah lupa? Betapa sulitnya sang proklamator kita, Ir. Soekarno menyatukan berbagai pulau, suku, agama, adat istiadat untuk menjadi kita Indonesia. Perjuangan untuk menyatukan semuanya sangatlah alot di dalam sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) 72 tahun silam. Sampai akhirnya lahirlah pancasila sebagai dasar negara kita yang berlandaskan satu rasa, yaitu sebagai negara yang pernah terjajah dan demi mempertahankan bersatunya Nusantara yang telah diraih oleh Gadjah Mada dalam Sumpah Palapanya. Setelah semua itu, apa kita sebagai anak cucu sang proklamator pantas untuk menggantikan itu semua? Yang sudah lama ada tanpa ada usikkan dari siapa pun dan tanpa ada kepentingan apapun selain untuk kesatuan Indonesia.

Amat sangatlah durhaka kita jika menggantikan dasar negara ini dengan apapun itu. Menyoret sejarah yang telah dibuat oleh para syuhada kita untuk kesatuan bangsa ini, bagaikan kacang yang lupa akan kulitnya. Karena Indonesia bukanlah Islam, Indonesia bukanlah Kristen, Indonesia bukanlah Budha, tapi Indonesia adalah Pancasila. Perbedaan, keberagaman, biarlah menjadi warna untuk negeri tercinta ini. Agama mana pun pasti sama ketika kita bisa mencintai negerinya, disaat itu pula kita mencintai agamanya. Jika masih ada perpecahan di negeri ini yang masih mengatas namakan agama, berarti mereka telah lupa dengan pancasila, dan sudah sepatutnya kita mengingatkan mereka bahwa kita ini adalah Indonesia, dan kita adalah Pancasila.

Kini sudah 72 tahun pancasila lahir, jangan hilangkan pancasila dari dasar negara kita. Buatlah garuda dengan bertamengkan 5 dasar negara itu terus bebas terbang dan diingat oleh masyarakatnya, agar mereka tahu perjuangan pahlawan kita tidaklah sia-sia. Negeri dengan keindahan yang berlimpah ini masihlah sama 7 tahun lalu dengan pancasila sebagi dasar negara. Tugas untuk meneruskan tongkat perjuangan pahlawan ada pada kita, calon pemimpin bangsa dan pastinya kita yang selalu berlandaskan pada pancasila. Semoga kelak bangsa ini tetap utuh dengan satu tekad. Kami Indonesia, Kami Pancasila.

Penulis : Yusuf Mantoro – KPI/2

ArtikelTerkait

Dua Sisi Syawalan Pekalongan: Melestarikan Lopis atau Merawat Nyawa?

Menjelang Lebaran, Menhub Evaluasi Jalur Kereta Api Pekalongan-Sragi Terdampak Banjir

Bengawan Solo

Tulisan ini bagian dari challenge terkait Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Tags: iain pekalonganiainpekalonganlpm almizanlpmalmizanmahasiswapancasilapekalonganpersmahasiswa
LPM Al-Mizan

LPM Al-Mizan

Related Posts

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

17 Juli 2026
Gaung 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Tak Pernah Benar-Benar Tiba di Pekalongan

Gaung 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Tak Pernah Benar-Benar Tiba di Pekalongan

11 Desember 2025
Sunyi di Balik Meja Kerja: Mengintip Celah Pencegahan Kekerasan Seksual di Kantor Publik

Sunyi di Balik Meja Kerja: Mengintip Celah Pencegahan Kekerasan Seksual di Kantor Publik

11 Desember 2025
Rasa Takut, Tantangan Komunikasi, dan Pembentukan Keberanian dalam Presentasi Pertama di Kampus

Rasa Takut, Tantangan Komunikasi, dan Pembentukan Keberanian dalam Presentasi Pertama di Kampus

11 Desember 2025
Di Tengah Gempuran AI, Mampukah Spiritualitas Menyelamatkan Nilai Kemanusiaan?

Di Tengah Gempuran AI, Mampukah Spiritualitas Menyelamatkan Nilai Kemanusiaan?

27 November 2025
Indonesia Katanya Nggak Butuh Ahli Gizi. Lah Terus Prodi Ilmu Gizi Kampus Saya Buat Apa?

Indonesia Katanya Nggak Butuh Ahli Gizi. Lah Terus Prodi Ilmu Gizi Kampus Saya Buat Apa?

17 November 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In