• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Evaluasi KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan Angkatan 63: Miskomunikasi atau Ketidaksiapan Sistem?

Desi Rahmawati Agustin by Desi Rahmawati Agustin
21 Desember 2025
in Berita, Kampusiana
0
Evaluasi KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan Angkatan 63: Miskomunikasi atau Ketidaksiapan Sistem?

Foto: M. Luthfi Maulana

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

lpmalmizan – Expo Kuliah, Kerja, Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi dan Pertanahan Angkatan 63 Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) yang digelar pada Kamis (18/12/2025) menjadi penanda berakhirnya rangkaian program pengabdian masyarakat selama dua bulan.

Mengusung tema ekoteologi dan pertanahan, kegiatan ini tidak hanya menampilkan berbagai capaian program mahasiswa di lapangan, tetapi juga membuka ruang evaluasi atas pelaksanaan KKN yang dinilai masih menyisakan sejumlah catatan. Khususnya mengenai perbedaan pemahaman informasi serta mekanisme pendistribusian fasilitas pendukung program yang dinilai belum sepenuhnya dipahami secara merata oleh peserta.

KKN Tematik Angkatan 63 ini dirancang sebagai program pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan isu lingkungan dan pengelolaan pertanahan. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara UIN Gus Dur Pekalongan dengan Kementerian ATR/BPN serta Kementerian Agama dalam penguatan reforma agraria, pengelolaan tanah wakaf, dan kepedulian ekologis berbasis nilai-nilai keislaman.

Selama dua bulan pelaksanaan, mahasiswa diterjunkan ke berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Pekalongan dengan target membantu pengelolaan tanah wakaf di masyarakat. KKN Tematik Angkatan 63 dinilai mampu melampaui ekspektasi target awal. Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Gus Dur Pekalongan dalam laporan kegiatan usai menyampaikan sambutan pada pembukaan expo.

Untuk menunjang pelaksanaan KKN, mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan diberikan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari perlengkapan lapangan hingga anggaran pendukung awal (mapping) dari kementerian. Bentuk fasilitas tersebut meliputi rompi, tumbler, jaminan kesehatan, serta berbagai pembekalan sebelum dan selama pelaksanaan KKN. Namun, informasi terkait fasilitas tersebut diakui tidak seluruhnya diterima mahasiswa secara utuh sejak awal, sehingga memunculkan beragam narasi di lapangan sebelum adanya konfirmasi resmi.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan mahasiswa terkait alur komunikasi antara pihak kampus dan peserta KKN Tematik. Apakah perbedaan pemahaman tersebut disebabkan oleh miskomunikasi, atau justru menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem penyampaian informasi dalam pelaksanaan KKN?

ArtikelTerkait

Menepis Stigma, Merajut Kesetaraan: Resensi Buku Menjadi Feminis Muslim

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Syafaat Bubur Suro 2026, Kolaborasi Budaya Krapyak dan Ekonomi Syariah

Salah satu koordinator desa (kordes) KKN Tematik Angkatan 63 mengungkapkan bahwa polemik bermula dari informasi mengenai dana pendukung KKN. Menurutnya, sejak awal tidak terdapat penjelasan rinci terkait besaran dana maupun mekanisme pencairannya.

“Awalnya beredar informasi bahwa KKN Tematik mendapatkan dana, tetapi dari awal tidak dijelaskan secara detail berapa nominalnya dan bagaimana perhitungannya. Setelah pelaksanaan dua bulan, kami mengetahui bahwa dana yang cair dihitung hanya untuk lima hari kinerja dengan nominal sekitar Rp285 ribu. Dari situ mulai muncul berbagai opini karena ekspektasi awal berbeda dengan realitas yang diterima,” ujarnya.

Kordes lainnya menilai perbedaan persepsi tersebut diperparah oleh keterbatasan akses informasi di sejumlah lokasi KKN, khususnya wilayah pegunungan. Ia menjelaskan bahwa dalam pembekalan awal telah disampaikan bahwa anggaran KKN Tematik tidak bersumber dari LP2M, melainkan langsung dari Kementerian ATR/BPN dan ditransfer langsung ke rekening mahasiswa.

“Namun karena tidak semua memahami alurnya sejak awal, akhirnya muncul deh isu-isu yang berkembang sendiri. Ada anggapan dana sempat transit ke LP2M, padahal sistemnya itu langsung ke rekening mahasiswa. Kemungkinan besar ini terjadi karena kurangnya pemahaman awal di tingkat koordinatornya,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, usai diwawancarai syamsul bakhri selaku ketua LP2M menegaskan bahwa dana sebesar Rp.285.000 tersebut diperuntukan untuk mahasiswa sebagai anggaran mapping awal. Adapun dana tersebut diterima secara langsung oleh mahasiswa melalui transfer yang bersumber dari kementerian untuk pendukung kegiatan lapangan, bukan sebagai honorarium selama pelaksanaan KKN berlangsung.

“Bukan uang saku, tapi sebagai honor mapping awal. Jadi memang penganggaran di kenegaraanya itu namanya honor mapping. Waktu transfer pun ada keterangan honor mapping.” jelasnya.

Selain persoalan komunikasi, pihak kampus juga mencatat adanya kendala administratif yang menyebabkan sebagian mahasiswa tidak dapat mengikuti pelaksanaan KKN Tematik Angkatan 63. Kendala tersebut berkaitan dengan ketidaksesuaian data administrasi yang diinput mahasiswa dengan kondisi sebenarnya.

Syamsul Bakhri, menegaskan bahwa keakuratan data mahasiswa sangat penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan KKN, termasuk dalam penentuan lokasi yang sesuai dengan kondisi mahasiswa.

“Ada mahasiswa yang khawatir tidak bisa ikut KKN sehingga mengisi data tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Padahal data tersebut justru digunakan untuk membantu kampus dalam memfasilitasi mahasiswa,” ujarnya.

Dalam wawancara, Syamsul Bakhri menambahkan bahwa terdapat pula mahasiswa yang belum dapat mengikuti KKN Tematik Angkatan 63 dan dijadwalkan mengikuti KKN pada periode berikutnya berdasarkan pertimbangan internal sesuai ketentuan yang berlaku. Evaluasi tersebut, menurut pihak kampus, menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan KKN Tematik ke depan. Sebagaimana sejalan seperti yang tertuang dalam buku pedoman KKN.

Secara keseluruhan, KKN Tematik 63 seperti yang disampaikan rektor menghasilkan capaian yang memuaskan. Tetapi tetap saja, catatan akan selalu mengiringi setiap kegiatan untuk memberikan evaluasi kedepan. Dalam peristiwa ini baik kampus maupun mahasiswa mendapat pr yang perlu diperhatikan supaya kejadian serupa tidak kembali terulang. Miskomunikasi yang muncul menjadi pelajaran penting agar pelaksanaan KKN Tematik selanjutnya dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.

 

Penulis: Desi Rahmawati Agustin

Editor: Atika Puspita Rini.

Tags: #kkn63tematik#LPM Al Mizan#UINGusdur
Desi Rahmawati Agustin

Desi Rahmawati Agustin

Related Posts

Syafaat Bubur Suro 2026, Kolaborasi Budaya Krapyak dan Ekonomi Syariah

Syafaat Bubur Suro 2026, Kolaborasi Budaya Krapyak dan Ekonomi Syariah

11 Juli 2026
Dorong Penghijauan Kampus di UIN Gus Dur, Menteri Agama Berikan Pembinaan Ekoteologi

Dorong Penghijauan Kampus di UIN Gus Dur, Menteri Agama Berikan Pembinaan Ekoteologi

28 Juni 2026
Menteri Agama Resmikan Laboratorium Terpadu, UIN Gus Dur Perkuat Fasilitas Akademik

Menteri Agama Resmikan Laboratorium Terpadu, UIN Gus Dur Perkuat Fasilitas Akademik

28 Juni 2026
Aliansi Pemalang Gelar Aksi Damai di Simpang City Walk Pemalang, Suarakan Lima Tuntutan

Aliansi Pemalang Gelar Aksi Damai di Simpang City Walk Pemalang, Suarakan Lima Tuntutan

24 Juni 2026
Tanggapi Tuntutan Aksi, Pemkab Pekalongan Upayakan Tuntutan Sampai ke Pemerintahan Pusat

Tanggapi Tuntutan Aksi, Pemkab Pekalongan Upayakan Tuntutan Sampai ke Pemerintahan Pusat

19 Juni 2026
Melalui Komite Seni Tradisi, Dewan Kesenian dan Budaya Pekalongan Gelar Pementasan Reog Batik

Melalui Komite Seni Tradisi, Dewan Kesenian dan Budaya Pekalongan Gelar Pementasan Reog Batik

13 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In