• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Buku (Anti) Motivasi Soal Makna Hidup

Redaksi Al-Mizan by Redaksi Al-Mizan
19 April 2019
in Review
0
Buku (Anti) Motivasi Soal Makna Hidup
Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul               : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Penulis             : Mark Manson

Penerbit           : Grasindo

Terbit               : Januari 2018

Tebal               : 246 halaman

ArtikelTerkait

You Can If You Think You Can: Resensi Buku Kebiasaan-Kebiasaan Unik Orang Sukses & Kaya Raya

Membentuk Kebiasaan Baik Dalam Hidup: Resensi Buku Atomic Habits

Resensi Buku Pernah Tenggelam

ISBN               : 978-602-452-698-6

Buku yang ditulis oleh Mark Manson ini setahun terakhir banyak diperbincangkan orang-orang. Menampilkan judul buku yang cukup sensasional menjadikan buku ini memiliki daya tarik yang membuat siapa pun dilanda rasa penasaran untuk membacanya. Dikategorikan sebagai buku pengembangan diri, Manson ingin mengajak pembacanya mengenal lebih jauh segala permasalahan hidup yang sering kali timbul dari diri sendiri.

Manson menempatkan dirinya sebagai teman yang seolah-olah tengah berinteraksi langsung dengan pembaca bukunya. Alih-alih menggunakan bahasa layaknya motivator yang selalu membuaikan, Manson justru berbicara apa adanya dan lugas bahkan cenderung vulgar.

Disajikan dalam sembilan bab, buku ini mengulas bagaimana seseorang bisa lebih baik dalam menjalani hidup. Seperti judulnya, Manson memberikan beberapa seni untuk bersikap bodo amat pada hal-hal yang pada dasarnya tidak perlu menyita banyak pikiran. Bodo amat menurut Manson bukan berarti menjadi acuh tak acuh melainkan sikap untuk berani menjadi berbeda dan nyaman saat menjalaninya. Sikap Bodo amat adalah kondisi dimana seseorang memiliki hal-hal prioritas untuk dipedulikan. (hlm.19)

Lebih jauh Manson banyak membicarakan dirinya sendiri yang merupakan bagian dari pengalaman berharga yang telah ia jalani beberapa tahun terakhir. Dahulu dirinya hanya pemuda yang selalu membuat masalah. Jika dilihat dari perjalanan hidupnya Manson tidak memiliki sesuatu istimewa dalam dirinya. Akan tetapi dari pengalaman buruk yang telah ia lewati Manson berhasil memberikan perspektif berbeda tentang membangun pribadi yang lebih kuat dari rentetan penderitaan yang ia terima di masa lalu. Tak ayal jika Manson menyisipkan pesan untuk tidak menghindari penderitaan itu sendiri ketika menghadapi sebuah masalah.

Manson memberikan orientasi berbeda mengenai kebahagiaan dan ia menyebutnya dengan hukum kebalikan. Menurutnya menginginkan pengalaman positif adalah sebuah pengalaman negatif, sedangkan menerima pengalaman negatif adalah sebuah pengalaman positif. Baginya  untuk menjadi bahagia tidak melulu harus mengejar pengalaman positif.

Seperti halnya yang sering digaungkan motivator dimana mereka membimbing kita untuk terus berpikir positif pada apapun yang terjadi dan menyangkal pengalaman negatif itu sendiri. Padahal bagi Manson hal itu hanya ilusi yang dijejalkan pada otak kita. Mau menerima hal buruk yang terjadi pada diri kitalah yang justru merupakan bentuk positivitas pada diri sendiri.

Kebahagiaan merupakan suatu bentuk tindakan (kegiatan), bukan sesuatu yang diam-diam diberikan kepada kita (hlm.36). Jika ingin memperolehnya maka berusahalah untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada. Maka dari itu Manson menekankan agar kita tidak menyangkal adanya masalah yang datang pada setiap manusia.

Banyak seni yang diajarkan oleh Manson yang bisa dijadikan problem solver bagi pembacanya. Buku ini terasa hidup karena argumen di beberapa sub bab yang dijelaskan oleh penulis selalu memiliki rujukan nyata entah dari pengalamannya sendiri maupun dari kisah tokoh-tokoh terkemuka seperti Pete Best ‘The Beatles’, Dave Mustaine ‘Megadeth’, Malala Yousafzai, William James, dan lain-lain. Sehingga pembaca semakin diyakinkan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Manson.

Mark Manson memiliki pemikiran yang mendalam atas dasar pengalaman hidup yang telah dijalani dan pembelajaran dari lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu ia berani mengemukakan argumen yang berbeda dari pendapat umum.

Segala yang disampaikan Manson pada dasarnya motivasi akan tetapi ia kontradiktif dengan jargon-jargon motivasi mainstream yang selama ini lumrah diperdengarkan di khalayak umum. Hal itulah yang akan membuat pembacanya berpikir buku tersebut mind blowing. Tak ayal pula Manson sukses menggaet 2 juta pelanggan untuk blognya.

Tidak hanya sekedar menampilkan ‘masalah-masalah’ keseharian, Manson juga memberikan langkah-langkah mengatasi masalah tersebut. namun bukan berbentuk seperti halnya tutorial. Langkah-langkah yang dimaksud melebur dalam narasi yang disampaikan pada setiap babnya. Sebuah seni untuk bersikap bodo amat menjadi buku yang mampu membangun kembali psikologi seseorang menjadi lebih baik ketika seseorang menemui titik terendah dalam hidupnya.

Tags: resensisenibersikapsenibersikapbodoamat
Redaksi Al-Mizan

Redaksi Al-Mizan

Related Posts

Film Civil War: Membaca Realitas Pahit dari Lensa Jurnalis

Film Civil War: Membaca Realitas Pahit dari Lensa Jurnalis

18 Maret 2026
Resensi Film Love You to Debt

Resensi Film Love You to Debt

14 Februari 2025

Mengirim Senja, Menerima Kenyataan: Sebuah Perjuangan Cinta dalam Sepotong Senja untuk Pacarku

31 Januari 2025
Sumber: Gramedia

Resensi Twenty-Four Eyes: Realita Pendidikan Dan Impian Anak-Anak

26 Desember 2024
Poster Film Kang Mak From Pee Mak, instagram Falcon Pictures

Resensi Film Kang Mak from Pee Mak, Keberhasilan dalam Adaptasi Film Horor Thailand

26 Desember 2024
Komunisme dan Kamerad Kliwon: Resensi Novel Cantik Itu Luka

Komunisme dan Kamerad Kliwon: Resensi Novel Cantik Itu Luka

1 Oktober 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In