• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

(Bukan) Pengecut

by
3 April 2018
in Puisi, Sastra
0
(Bukan) Pengecut

Photo by: Pixabay

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Seringnya menuntut tapi tak mau berbuat
Ingin dihormati tapi tak mau menghargai
Kadang baik kadang pula terbalik
Heran, kok ada makhluk seperti itu

Tapi jangan salah, tanpa makhluk seperti itu dunia ini akan kosong

Seringya berangan dan ikhtiarnya pun jalan
Ingin mencintai dan sering kali jadi mengasihi
Kadang melakukan sesuatu, demi kebaikan yang dituju
Keren, kok ada makhluk seperti itu

Memang ada, tanpa makhluk seperti itu dunia tidak akan berwarna

Tapi sayang, kini makhluk itu hanya bisa jadi pengecut!
Ya pengecut, yang mulai tidak mengenal jati diri

Cukup dengan nilai semua sudah selesai
Cukup dengan materi semua sudah tercukupi
Cukup dengan tahta semua sudah berkuasa

ArtikelTerkait

Tak Sama Tanpamu

Manusia, Alam dan Sastra—Buletin Sastra GIE Edisi 2025

Asmaraloka – Buletin Sastra GIE Edisi 2024

Tapi tidak, kini justru makhluk itu (bukan) Pengecut!
Buktinya banyak orang baik di sekitar kita

Menyebrangkan orang tua ke sebrang jalan
Menyayangi anaknya tanpa imbalan
Memberikan kasih sayang tulus antara teman

Ah! Bedebah dengan semua gumamku ini, lantas bagaimana makhluk itu hidup?
Kamu bantu menilai ya, Makhluk itu (Bukan) Pengecut

Tags: gumamhakikatkritikmanusiapuisisajak pagi harisastra

Related Posts

Tak Sama Tanpamu

Tak Sama Tanpamu

28 April 2026
Rendang

Rendang

11 April 2026
Bengawan Solo

Bengawan Solo

15 Januari 2026
Dia Yang Datang Bukan Untukku

Dia Yang Datang Bukan Untukku

5 Januari 2026
Pergolakan Emosi

Pergolakan Emosi

5 Januari 2026
Di Punggung Sunyi Hutan

Di Punggung Sunyi Hutan

4 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In