• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Banyak

Ni'amil Jannati by Ni'amil Jannati
9 Januari 2022
in Puisi
0
Banyak

lpmalmizan.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Ada cerita mengharu biru

Perpisahan tidak diingini

Suasana sama sekali baru

Melompat lintas nasib, dini

 

Tumpukan batu-bata berselubung pasir serupa teralis besi

ArtikelTerkait

Manusia, Alam dan Sastra—Buletin Sastra GIE Edisi 2025

Asmaraloka – Buletin Sastra GIE Edisi 2024

Bintang di Balik Awan

Batu bongkah diinjak, pondasi rapat tak berpori

Pintu bersolek ukir tinggi semampai

Tangan mengaduh keluar lorong tak sampai

 

Dingin menyayat

Sepi mencekam seram

Ingin dilawat

Beribu tapi, mutiara dianggap karam

 

Aduhai,

Barisan matahari malu bertandang

Kepada jelita berdarah biru,

Menang atau justru malang?

 

Di sini, aku melihat dunia baru

Tanah berundak dihidupi semak-semak

Air sungai berdecak mengalir beriring gerimis

Pada puncak kekata, jiwa berenang-renang dalam senang

 

Bebas!

Tak perlu kubisikkan kepada mereka satu per satu tentang kecamuk rasa

 

Ratusan hari, waktu itu

Ratusan hari, asa tersia-sia

 

Cita pun semesta bersahut

Kelana tak akan pernah usai

Merindu sepetak gubuk adalah keniscayaan

Surga, aku pulang ke peraduan

Tags: Banyak PuisiPuisi BanyakPuisi Ni'amil Jannatisastra
Ni'amil Jannati

Ni'amil Jannati

Related Posts

Tak Sama Tanpamu

Tak Sama Tanpamu

28 April 2026
Bengawan Solo

Bengawan Solo

15 Januari 2026
Pergolakan Emosi

Pergolakan Emosi

5 Januari 2026
Di Punggung Sunyi Hutan

Di Punggung Sunyi Hutan

4 Januari 2026
Isak Semesta

Isak Semesta

25 Desember 2025
Bencana di Balik Gergaji

Bencana di Balik Gergaji

25 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In