• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Ayat-ayat yang Kupanggil “Pus”

Ari Setiaji by Ari Setiaji
28 November 2020
in Puisi, Sastra
0
Ayat-ayat yang Kupanggil “Pus”
Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Bunyi ngeong yang indah tanpa resah

Menembus relung malam, menusuk dalam

Menggiring laron ke jalan cahaya

Menjelma sebagai selendang sutra hijau

Yang melilit tubuh dan kalbu rumput-rumput kafir

ArtikelTerkait

Tak Sama Tanpamu

Manusia, Alam dan Sastra—Buletin Sastra GIE Edisi 2025

Asmaraloka – Buletin Sastra GIE Edisi 2024

“Pus,” kusabda kau menjadi keliaran

Ubahlah senyummu jadi seringai

Anggap saja,

Kebenaran itu sepotong daging gemuk bagimu,

Mangsalah!

Lalu

Muntahkanlah menjadi ayat-ayat munafik

Lalu galilah lubang di pinggir jalan

Muntahkanlah di lubang itu

Agar,

Siapa saja yang menciumnya

Berbalik arah, dari jalan kebenaran

“Pus.”

Ternyata kau adalah rekayasa

Jinak liarmu adalah peran majikanmu

Harusnya kau adalah pedoman dan rahmat

Bukan alat pembelokan atas nama ayat

Tags: puisisastra
Ari Setiaji

Ari Setiaji

Related Posts

Tak Sama Tanpamu

Tak Sama Tanpamu

28 April 2026
Rendang

Rendang

11 April 2026
Bengawan Solo

Bengawan Solo

15 Januari 2026
Dia Yang Datang Bukan Untukku

Dia Yang Datang Bukan Untukku

5 Januari 2026
Pergolakan Emosi

Pergolakan Emosi

5 Januari 2026
Di Punggung Sunyi Hutan

Di Punggung Sunyi Hutan

4 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In