lpmalmizan – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) di ballroom UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (Gus Dur), Senin (27/4). Program ini merupakan perubahan nama dari program sebelumnya, yakni beasiswa Bank Indonesia, yang kini dikembangkan menjadi Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK).
Transformasi ini dilakukan sebagai upaya memperluas cakupan program dengan membuka kesempatan bagi berbagai program studi. Ke depannya, program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pendidikan, tetapi juga peningkatan pemahaman mahasiswa terkait peran dan fungsi bank sentral.
Dapat dipastikan kuota peserta mengalami penambahan dari semula 50 menjadi 55 penerima. Rektor UIN Gus Dur, Zaenal Mustakim, menyampaikan bahwa penambahan kuota tersebut menjadi kabar baik bagi mahasiswa.
“Alhamdulillah tahun ini informasinya nanti akan ada tambahan alokasi Beasiswa Kebanksentralan, semuanya flat sama 55,” ujarnya dalam sambutan.
Bimala, selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia menyampaikan bahwa evaluasi keaktifan kampus akan menjadi pertimbangan dalam penentuan kuota ke depan.
“Tahun depan, jumlah per kampus akan dilihat dari keaktifan masing-masing kampus, termasuk peran aktif mahasiswa. Hal ini akan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses seleksi,” ujarnya.
Sebanyak empat mitra perguruan tinggi turut hadir dalam kegiatan ini, yakni UIN Gus Dur, Universitas Pekalongan (UNIKAL), dan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, serta Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para rektor dari masing-masing perguruan tinggi.
Selain itu, program ini juga menjadi wadah kolaborasi antara dunia akademik dan Bank Indonesia dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi dan keuangan.
Penulis & Tim liputan: Muslimah
Editor: Achmad Bagas Pranata






