lpmalmizan – Sebagai bentuk kesadaran akan krisis iklim di Pekalongan, LPM Al-Mizan mengadakan penanaman mangrove di Mulyorejo, Kabupaten Pekalongan, Minggu (28/9). Di acara ini tidak hanya penanaman, namun juga diadakan sekolah mangrove yang dikelola oleh Ekowisata Mulyoasri. Edukasi tentang pembibitan, jenis-jenis sampai ekosistem mangrove menjadi materi dalam penjelasan di Sekolah Mangrove.
Acara ini merupakan aksi lanjutan dari Talkshow Literaksi yang telah diadakan sebelumnya. Dengan dihadiri para peserta untuk penanaman mangrove sejumlah 160 pohon jenis Rhizopora.
Penanaman ini merupakan bentuk nyata akan kesadaran bahwa krisis iklim sudah menjadi masalah utama di Pekalongan. Menurunnya permukaan tanah, dan naiknya muka air laut, menjadi bukti bahwa Pekalongan rentan risiko tenggelam.
Seperti yang disampaikan oleh Muslimah, selaku Ketua Pelaksana.
“Pekalongan ini kondisinya cukup mengkhawatirkan ya, karna penurunan tanah bukan hanya 1 cm atau 2 cm. Tapi kalo nggak salah sampai 10 cm per tahun. Jadi memang harus ada tanggapan, solusi dan tindakan untuk menjaga kondisi tanah di Pekalongan,” ujarnya.
Dengan diadakannya kegiatan ini, harapannya dapat mengingatkan para generasi muda, bahwa peka akan keadaan alam sangat penting dilakukan. Muslimah juga menyampaikan harapannya di kegiatan ini.
“Semoga dengan adanya penanaman dari LPM Al-Mizan ini, sedikit banyaknya bisa membantu menjaga keseimbangan iklim di Pekalongan sendiri,” pungkasnya.
Dari kegiatan ini semakin mengajak para generasi muda bahwa menjaga keseimbangan iklim sangat penting untuk dilakukan. Sabrina, salah satu peserta juga menyampaikan harapannya dari kegiatan ini.
“Dari kegiatan ini, semoga LPM Al-Mizan semakin mampu memberikan kegiatan menarik lainnya, sehingga kami bisa ikut serta. Dan dari kegiatan ini, tentunya penting dan semakin mengingatkan kami bahwa menjaga keseimbangan lingkungan sangat perlu dilakukan,” ucapnya.
Penulis: Atika Puspita Rini
Editor: Ika Amiliya Nurhidayah.






