lpmalmizan – Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) hari kedua terkait kefakultasan berlangsung pada Rabu (21/8). Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) memilih gedung FTIK lantai 4 sebagai tempat berkumpulnya 932 mahasiswa baru (maba) FTIK. Hal tersebut memunculkan keluh kesah dari maba terkait ketidaknyamanan seperti kegerahan dan kepanasan lantaran tempat yang disediakan tidak memiliki daya tampung yang memadai.
Silvi, salah seorang mahasiswa baru FTIK menerangkan bahwa tempat yang disediakan membuat PBAK Fakultas berjalan kurang kondusif.
“Tadi pas materi pertama di gedung FTIK lantai 4 itu menurut saya berjalan kurang kondusif ya karena banyak yang berteriak kepanasan dan tidak nyaman berada di tempat itu. Dikarenakan mungkin kapasitas tempat yang disediakan itu tidak memadai,” tutur Silvi.
Pihak Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan juga menyebut bahwa ada 12 mahasiswa FTIK yang sakit, satu diantaranya diketahui pingsan dan dibawa ke poli KSR.
Rafli, Ketua Umum KSR PMI mengatakan bahwa selain karena kelelahan, tempat yang berdesak-desakan memungkinkan beberapa mahasiswa tersebut jatuh sakit.
“Kemungkinan ada, karena tempatnya mungkin tergolong kurang cocok untuk kapasitas mahasiswa yang sangat banyak,” ujar Rafli.
Merespon keadaan tersebut, Ahmad Khotib Al Chariz selaku ketua umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTIK mengaku bahwa sebelumnya pihak DEMA FTIK telah berupaya mengusulkan agar PBAK FTIK ditempatkan di GSC (Gedung Student Centre). Namun usulan tersebut tidak dapat mengubah keputusan yang sudah ditetapkan oleh fakultas.
“Menanggapi itu yang pertama itu Pak Kabag FTIK, itu menanggapi begini, ‘kita itu harus bangga dengan fakultas sendiri. Nanti ketika mereka selesai mereka bisa keliling-keliling tuh ke ruangan-ruangannya sendiri. Jadi ngga perlu kita kepingin ngisi yang disana’. Bahasanya seakan-akan kami ingin gengsi di sana. Padahalkan sebenarnya cuma pengen nyaman aja gitu,” ungkap ketua umum DEMA FTIK.
Ketua umum DEMA FTIK merasa sangat kecewa dan mendorong mahasiswa baru untuk objektif dan menyuarakan keluhannya.
“Nanti setelah ini ada forum evaluasi dari SEMA yang akan disebarkan kepada mahasiswa baru. Agar mereka itu bisa mengisi keluhannya. Emang dari tadi malam juga saya sudah menginstruksikan kepada Mahasiswa baru, besok objektif aja. Kalau kalian nyaman ya nikmati, kalau kalian nggak nyaman sampaikan aja,” ujarnya.
Penulis: Sauzan Zahra
Tim liputan : Dewi L, Amin Nur, Bagas, Ratna, Asa
Editor: Faiza Nadilah






