• Kirim Tulisan
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Online
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Bedah Film, Media Alternatif Diskusi Mahasiswa

LPM Al-Mizan by LPM Al-Mizan
2 April 2018
in Analisis, Opini
0
Bedah Film, Media Alternatif Diskusi Mahasiswa

photo by: cahunsoed.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Berdiskusi (discussing, discouser) adalah bertukar pikiran, yaitu membahas sesuatu (topik) dalam kerangka pemikiran para pihak. Berbeda dengan ngobrol atau dialog, berdiskusi mengandung pemikiran, jadi apa yang diutarakan tentunya dipikir terlebih dahulu. Banyak diantara mahasiswa yang masih enggan melakukan diskusi. Alasannya bisa bermacam-macam, dari capek pulang kuliah sampai benar-benar ada yaag malas melakukannya. Padahal, dalam ruang diskusi kita dapat menambah wawasan dan saling bertukar pikiran dalam memahami sebuah keilmuan.

Dalam ruang diskusi, kita juga belajar menyampaikan pendapat pribadi, belajar menganalisa sebuah permasalahan, belajar berkomunikasi dengan baik, belajar menghargai pendapat orang lain, dan membuat kemajuan yaitu membuat maahsiswa sadar akan kemajuan. Setidaknya itulah yang akan didapatkan ketika kita berdiskusi. Setidaknya ada nalar kritis kemanusiaan yang terbangun dalam diri mahasiswa.

Budaya diskusi di kalangan mahasiswa IAIN Pekalongan sangat jauh berbeda dengan mahasiwa yang berada di kampus kota-kota besar. Seperti di Semarang, Yogyakarta, Surabaya. Hal ini disebabkan perbedaan latar belakang mahasiswa. Hampir 70 persen mahasiswa di IAIN Pekalongan adalah mahasiswa yang laju dalam menjalani aktivitas perkuliahan. Berbeda dengan kampus-kampus di kota besar yang notabane adalah mahasiswa perantau yang hidup jauh dari kampung halaman. Dimana diwaktu senggang mereka menjalankan aktivitas perkuliahan digunakan untuk berdiskusi guna mempertajam wawasan. Hal ini berbanding terbalik di mahasiswa IAIN Pekalongan yang kebanyakan aktivas setelah kuliah langsung pulang. Sehingga terdapat perbedaan kualitas yang dimiliki mahasiwa dalam wawasan keilmuan.

Melihat situasi saat ini, dapat diketahui bahwa permasalahan yang terjadi di kalangan intelektual mahasiswa adalah minimnya kegiatan diskusi, walau tidak semua mengalaminya. Maka diskusi film mungkin adalah salah satu alternatif mengembangkan budaya diskusi. Melalui diskusi film, mahasiswa yang tida suka membaca dapat menambah wawasan dalam sebuah film. Seperti film Adriana yang bercerita mengenai sejarah yang dikemas dengan romantika. Ada juga film Soe Hoek Gie yang menggambar perjuangan mahasiswa pada zaman orde lama. Banyak kisah yang dapat dipetik dalam film-film tersebut. Metode bedah film mungkin lebih efisien membangunkan ruang-ruang diskusi pada diri mahasiswa. Karena dianggap tidak monoton seperti diksusi yang biasanya dilakukan. Oleh karena itu, jangan sampai wawasan mahasiswa mati hanya karena enggan/ bosan dalam berdiskusi. Setidaknya tumbuh nalar kemanusiaan pada diri mahasiswa dari budaya diskusi.

 

Penulis: Mucharom Syifa

ArtikelTerkait

“Ya Namanya Juga Mahasiswa”: Ketika Begadang dan Stres Dinormalisasi

Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

Dua Sisi Syawalan Pekalongan: Melestarikan Lopis atau Merawat Nyawa?

Editor  : Sabrina

Tags: diskusifilmiainpekalonganlpmalmizanmahasiswaOpinipekalongan
LPM Al-Mizan

LPM Al-Mizan

Related Posts

Membuka Entrok Karya Okky Madasari

Membuka Entrok Karya Okky Madasari

19 September 2026
“Ya Namanya Juga Mahasiswa”: Ketika Begadang dan Stres Dinormalisasi

“Ya Namanya Juga Mahasiswa”: Ketika Begadang dan Stres Dinormalisasi

15 September 2026
Ketika Kamu Terus Dibuat Merasa Bersalah

Ketika Kamu Terus Dibuat Merasa Bersalah

7 September 2026
Resensi Film Ghost in the Cell, Ketika Napi Beringas Berlomba Jadi Orang Baik demi Bertahan Hidup

Resensi Film Ghost in the Cell, Ketika Napi Beringas Berlomba Jadi Orang Baik demi Bertahan Hidup

5 September 2026
Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

Laut Bercerita: Kisah Perjuangan dan Kehilangan

24 Agustus 2026
Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

Conceal, Don’t Feel: Membaca Krisis Eksistensial Elsa Frozen ala Jean-Paul Sartre

23 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In