• Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
LPM Al-Mizan
No Result
View All Result
  • Login
  • Register
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
No Result
View All Result
LPM Al-Mizan
  • Home
  • Berita
  • Analisis
  • Feature
  • Sastra
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
  • Agenda
  • Media Partner

Sebuah Makna Tentang Luka: Resensi Buku Tumbuh dari Luka

salsabilla ariyani by salsabilla ariyani
23 Januari 2023
in Analisis, Review
0
Sebuah Makna Tentang Luka: Resensi Buku Tumbuh dari Luka

SS from Google

Share on FacebookShare on TwitterShare on WA

Judul               : Tumbuh dari Luka

Penulis             : Indra Sugiarto

Penerbit           : Loveable x Bhumi Anoma

Tahun Terbit    : Desember 2019, Juni 2020

Tebal Halaman: 211 Halaman

Peresensi         : Salsabila Septi Ariyani

ArtikelTerkait

Menepis Stigma, Merajut Kesetaraan: Resensi Buku Menjadi Feminis Muslim

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Syafaat Bubur Suro 2026, Kolaborasi Budaya Krapyak dan Ekonomi Syariah

 

Awal saya berniat membeli buku ini karena memang mengenal penulis melalui media sosial instagram. Dan kalau mau flashback lagi, penulis jadi salah satu motivasi saya saat dulu jadi #pejuangPTN xixi, kalian yang baca juga pernah jadi pejuang tersebut kan? Melalui media sosialnya Indra Sugiarto membagikan beragam motivasi dan kata-kata penghibur untuk para pejuang di luar sana. Kemudian dia menerbitkan buku pertamanya yang berjudul “Teman Berjuang” yang sudah saya tamatkan juga sebelum membaca buku “Tumbuh dari Luka” ini. Mungkin sebagian besar dari kita akan berpikir bahwa terluka itu sakit, dan bagaimana caranya kita dapat tumbuh dari luka tersebut? Malah kita bisa saja terinfeksi karena luka itu. Kalau kalian juga tersirat pikiran tersebut berarti kita sama lagi. Dan setelah membaca buku ini, persepsi kita mengenai luka ini juga tak akan berubah. Jadi kenapa kita harus baca buku ini ya?

Jika luka ibarat air panas maka kamu bisa memilih, apakah kamu akan jadi kopi yang mengharum saat dituang air tersebut. Atau jadi tomat yang hancur saat terkena air tersebut?

Kata-kata tersebut jadi pembuka sekaligus mengajak saya untuk berpikir sejenak sebelum membaca buku ini. Dan benar, setelah membaca buku ini air panas tetap jadi air panas, luka juga tetap jadi luka. Tetapi, akan ada sesuatu yang kamu temukan untuk bisa jadi kopi bukan tomat. Jika buku lain memiliki bab, buku ini memiliki lima fase yang sangat menyenangkan untuk dijelajahi.

“Kamu menyadari bahwa hatimu bodoh, hatimu lemah saat terlalu peduli”

Pertama: Fase terluka, ya benar kamu tidak salah dengar fase terluka. Kamu akan dijadikan tokoh utama oleh penulis dan kamu akan melihat dirimu yang terluka di fase ini. Kedua: Fase terdiam, setiap lembar yang kamu buka ketika sampai pada fase ini membuat kamu benar-benar terdiam. Ketiga: Fase berjalan, dengan keahlian penulis, kamu diajak mulai berjalan di fase ini. Tapi hati-hati memulai berjalan adalah suatu yang tidaklah mudah. Keempat: Fase berlari, capek? Iya fase ini kamu akan diajak capek oleh penulis. Dengan gaya bahasa khas, penulis membawamu dalam keadaan benar-benar berlari. Kelima: Fase tumbuh, ini jadi fase terakhir. Fase dimana seperti yang diharapkan, bahwa kamu dapat tumbuh dari luka yang kamu miliki sebelumnya. Mungkin lima fase yang ada dalam buku ini tidak akan cukup untuk menjadi pegangan atas segala permasalahan yang kalian hadapi. Tetapi, akan ada satu hal yang membuat tumbuh. Yaitu bagaimana kamu memandang dan merespons masalah tersebut.

Dunia tak perlu tahu. Betapa lemahnya kamu saat malam hari, betapa gelapnya mimpi buruk yang harus kamu lalui, dan betapa hatimu tertekan dengan segala kesemrawutan ini.

Buku dengan cover berwarna orange dengan tambahan ilustrasi tumbuhan yang tumbuh dari luka seorang ini bukan menjadi penuntun bagi pembaca. Kalian akan diajak menjadi tokoh utama dalam buku ini, dan setiap fasenya adalah sepotong kecil kehidupanmu. Untuk skala buku motivasi ini adalah buku yang benar-benar membuat kamu menikmati segala alurnya, dan bahkan kurang dari satu bulan saya sudah menamatkannya. Buku ini juga bisa jadi ladang curhatan kamu, karena di setiap fasenya disediakan beberapa halaman kosong yang dikhususkan untukmu bercerita. Seperti alasan kamu untuk berlari, nama orang yang selama ini berjalan bersamamu, apa saja kegagalanmu, dan masih banyak lagi. Buku ini juga cocok untuk kalian yang bisa disebut pemula dalam membaca buku, karena tata letak tulisan yang tidak monoton.

Selamat merantau untukmu yang akan pergi jauh, peluklah orang tuamu dan peluklah semua kenangan. Ciumlah tangan mereka, doa mereka juga yang akan menyelamatkanmu.

Buku ini jadi gambaran sederhana tentang sebuah perjalanan, terutama perjalanan yang penuh luka. Bagaimana memaknai perjalanan tersebut, dan bagaimana kamu mencoba tumbuh dari sebuah luka. Dan tidak ada kesempurnaa yang mutlak, sama halnya dengan buku bacaan ini. Kurangnya ilustrasi di setiap fasenya menjadi satu kelemahan buku ini. Dengan begitu, pembaca diminta untuk menerka dan membayangkannya sendri. Walau demikian, esensi dari setiap fase ini akan tetap didapatkan ketika membacanya. Jadi, kapan kamu akan mencoba duduk dan menelusuri setiap fase yang ada?

Dengarkan semua ceritaku, cerita perjalanan ini dibuat untukmu. Untuk kamu dengar. Sebelum aku pergi untuk selamanya. Aku mau kamu merekam semua ceritaku dalam kepalamu seperti sebuah film.

Editor: Alifah Marwa

salsabilla ariyani

salsabilla ariyani

Related Posts

Menepis Stigma, Merajut Kesetaraan: Resensi Buku Menjadi Feminis Muslim

Menepis Stigma, Merajut Kesetaraan: Resensi Buku Menjadi Feminis Muslim

21 Juli 2026
Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

Membaca “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” di Tengah Sengkarut Penegak Hukum dan Krisis Energi yang Menampar Rakyat

17 Juli 2026
Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

Fenomena Zero Post, Ketika Memilih Diam dan Menghilang dari Media Sosial

9 Juni 2026
Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

Refleksi Budaya Hormat dan Sikap Fanatisme Berlebihan

5 Juni 2026
Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

Kecemasan Sosial Gen Z di Era Digital

28 Mei 2026
The “Tumbal”: From Harvard to Prison

The “Tumbal”: From Harvard to Prison

23 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • Tentang Kami
  • Pengurus
  • Kode Etik PPMI
  • Kontak Kami
  • Kirim Tulisan

LPM Al Mizan © 2025

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Kampusiana
    • Regional
  • Analisis
    • Esai
    • Opini
    • Review
  • Feature
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Prosa
  • Lensa
  • Gaya Hidup
  • Komik
  • Majalah
  • Buletin
    • Suara Mahasiswa
    • Sastra GIE
    • Srinthil
  • Agenda
  • Media Partner
  • Login
  • Sign Up

LPM Al Mizan © 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In